Satu minggu berlalu …. Yara sudah kembali sehat setelah insiden bunuh diri yang dia lakukan di rumahnya sendiri. Namun, nyawanya masih tertolong karena Bi Isah langsung membawa Yara ke rumah sakit. “Hari ini shift berapa?” tanya Yara menghubungi Reiner. “Shift malam. Ada apa, heum?” tanyanya kemudian. “Nggak sih. Cuma nanya doang. Shabila pulang jam berapa? Aku mau jemput.” “Heuh? Jam sebelas. Nggak usah, Yara. Aku udah ada di sekolahnya. Kamu di sana aja. Biar kami yang ke sana kalau kamu ingin ketemu sama Shabila.” Yara manggut-manggut dengan pelan. “Ya udah. Aku pengen jalan-jalan. Sumpek banget di apartemen terus.” “Ya udah. Tunggu satu jam lagi kita ke sana.” “Oke. Aku siap-siap dulu kalau begitu.” Yara kemudian menutup panggilan tersebut dan segera mengganti pakaiannya. Deri

