Yang Butuh Aku Hanya Shabila

1061 Words

Di kediaman Reiner, lelaki itu tampak sibuk menghubungi Yara. Namun, perempuan itu tak juga menerima panggilan darinya. “Kamu di mana, Yara? Kenapa nggak ada kabar tiba-tiba?” gumam Reiner kemudian mengembuskan napasnya dengan panjang. “Kakak lagi hubungi Yara? Dia lagi di club. Cewek kayak gitu kok dipercaya jadi mamanya Shabila. Apa jadinya nanti Shabila, dididik sama perempuan tukang mabuk kayak Yara?” “Dok? Dok?” Dokter Firman menepuk-nepuk pundak Reiner karena sedari tadi melamun, memikirkan Yara ada di club, bukan menunggunya pulang. Perempuan itu malah memilih pergi ke club dan mabuk-mabukan. “Heuh! Kenapa, Dok? Maaf, saya tidak fokus.” Reiner menghela napasnya dengan pelan kemudian mencoba tersenyum kepada Dokter Firman. “Pak Damian memanggil Anda. Lagi mikirin apa sih, Dok? K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD