Rain 24

1290 Words

"Saya ketemu Pak Angga sewaktu lomba kemarin. Nggak nyangka, ternyata beliau Ayah kamu." Pandu bersandar pada tiang kayu di belakangnya. Tersenyum kecil menanggapi perkataan Mentari barusan. "Untung kamu mau ikut lomba, coba kalau nggak. Mungkin nggak ketemu Ayah saya saat itu, dan kita nggak akan ngobrol kayak sekarang." Tangan Mentari merogoh sesuatu dari dalam tasnya dan mengeluarkan almamater OSIS milik Pandu yang kemarin sempat Mentari pinjam. Menyerahkannya kepada Pandu membuat lelaki itu langsung menerimanya. Keduanya terdiam beberapa saat, hingga rintikan air mulai terdengar dan mereka menyaksikan secara langsung di gazebo belakang rumah Pandu. Mereka duduk di sana, berbicara mengenai alasan Mentari bisa berada di rumahnya saat ini. "Tar, masuk aja, yuk! Hujan." Mentari mengge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD