Mentari duduk di sofa ruang tamu. Rumah Pak Angga sangat asri dan cukup luas, banyak tanaman di halaman rumahnya yang sudah seperti taman. Sepertinya keluarga Pak Angga ini memang senang berkebun. "Mentari, Ibu tinggal dulu, ya, mau mandiin Ara dan Ira, nih. Kamu ngobrol sama Bapak dulu, ya. Nggak usah sungkan, anggap aja rumah sendiri." ujar Bu Miranda setelah meletakkan teh ke hadapan Mentari. "Ayo, diminum dulu tehnya." "Makasih banyak, Bu, jadi ngerepotin." Mentari membalas senyuman Bu Miranda. Merasa tidak enak karena sudah merepotkan. Mentari merasa bahwa Bu Miranda dan Pak Angga orang baik, bahkan memperlakukan tamu seperti raja. Bu Miranda juga menyuguhkan kue-kue kepada Mentari. Setelah Bu Miranda pergi ke belakang, Mentari mulai berbicara dengan Pak Angga. Banyak sekali yang d

