Rain 22

1018 Words

"Kemarin itu aku habis dari rumah Niar. Terus pas di perjalanan aku keserempet motor karena macet udah sore, ribet banget jalanan kemarin. Pas aku keserempet, aku nggak sengaja ketemu Bara di jalan dan dia yang tolongin aku. Yaudah deh aku akhirnya dianter pulang sama Bara." Helmi berapi-api menceritakan apa yang sudah terjadi kemarin. "Tapi, nggak parah sih. Cuman lecet lutut, siku, sama ini nih," Helmi menunjuk pergelangan kakinya yang terlihat membiru. "Keseleo, terus kaca spion motor yang nyenggol aku pecah. Parah nggak sih? Nggak, kan, biasa aja, ya?" Mentari masih setia mendengarkan. Jika biasanya cerita Helmi selalu membuat Mentari menghela napas panjang, kali ini Mentari justru mendengarkannya dengan serius. Helmi juga sempat tidak percaya karena justru Mentari mau mendengarkan ce

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD