Rain 20

1154 Words

Berdiri di depan banyak orang bukanlah sesuatu yang Mentari inginkan. Dilihat oleh banyak orang dan menjadi pusat perhatian tak pernah menjadi keinginan dalam hidup Mentari. Namun, hari ini, detik ini, Mentari berdiri dan dilihat oleh banyak orang. Riuh tepuk tangan memenuhi aula membuat degup jantung Mentari berdetak lebih cepat dari biasanya. Mentari tidak berani menatap mata orang-orang yang melihatnya. Bahkan dia masih tidak percaya ketika menjabat tangan seorang Wali Kota Bandung, diberi sebuah penghargaan, yang itu semua jauh sekali dari perkiraan Mentari. Mentari tidak pernah berharap, dia sudah lelah berharap pada ekspektasinya sendiri. Mentari berulang kali patah karena terlalu banyak mengharapkan sesuatu dengan segala kemungkinan kecil terjadi. Mentari memaksakan bibirnya untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD