my wild butterfly - 7

1448 Words
Aku tidak tahu bagaimana cara untuk mencintai seseorang.. Namun yang aku mengerti aku merasa hidup setelah memiliki mu.. Walaupun semua itu menjadikan luka yang mendalam bagiku.. " Yu yan " ~ Pagi yang begitu menyayatkan hati bagi yu yan saat ia mendengar suara amarah ying jie yang tengah mabuk berat. Yu yan tak mengerti dengan jalan fikiran ying jie yang hampir semalaman bergelimut dengan beberapa botol wine hingga membuat nya tidak bisa mengontrol amarah nya. Yu yan keluar dari kamar nya untuk melihat kegaduhan di dalam rumah nya yang di sebab kan oleh ying jie. Ruang tamu yang sangat berantakkan dengan pecahan-pecahan vas maupun barang-barang proslin lain nya. Yu yan mendekati ying jie dan mencoba menyadarkan nya. Namun nasib buruk menimpa yu yan , karen ying jie yang sama sekali tidak sadar dengan apa yang di lakukan nya. Yu yan menampar ying jie dengan keras agar ia cepat tersadar tapi semua nya berbanding terbalik , ying jie semakin menaikan amarah nya dan akhir nya berbalik menampar yu yan hingga ia jatuh tersungkur. “ Berani nya kau menamparku “ “ Kau lah penyebab semua kejadian buruk dalam hidupku “ ying jie yang sudah tertutup oleh emosinya menarik yu yan yang terjatuh karena tamparan nya tadi. San mendorong nya hingga terpojok dan menghantam lemari perabotan yang di atas nya ada beberapa benda tajam milik ying jie. Tanpa di sadari pun ada beberapa benda tajam yang jatuh menghujam pundak yu yan hingga ia tidak mampu bertahan. Banyak nya darah yang keluar membuat yu yan menjadi melemas ia pun tidak bisa melakukan apa-apa. Ying jie yang masih mabuk tidak sadarkan diri karena yung jie pun juga jatuh tertidur di atas sofa. Yu yan hanya bisa berserah diri agar ada seseorang yang akan menolong nya atau ying jie yang akan segera tersadar. ~ Beberapa waktu telah berjalan hingga akhir nya ying jie tersadar dari tidur lelapnya karena terlalu banyak meminum wine yang sangat memabukkan. Saat ying jie membuka mata nya dan terasa pusing karena efek yang di alami setelah terlalu banyak minum. Ying jie terlihat sangat terkejut saat melihat ruangan yang begitu berantakan dengan beberapa pecahan barang antuk di rumah nya . Terbesit wajah yu yan saat ying jie melihat suasana ruangan saat itu , ketika ia ingin berlari namun langkah nya terhenti saat ada suara yang begitu lirih memanggil namanya. “ ying...jie...” suara yu yan yang sudah sangat tidak mampu menahan sakit ia tahan sedari tadi. “ yu yan , apa yang terjadi? “ ying jie berlari menghampiri yu yan yang sudah sangat tidak berdaya Saat ying jie ingin melepaskan benda tajam yang masih menancap pada pundak yu yan , tangan nya di cegah oleh yu yan. Dan ia sendiri dengan sisa tenaga yang yu yan miliki melepas benda tajam itu. “ Sakit “ hanya itu yang mampu yu yan katakan sebelum ia jatuh pingsan karena sudah sangat tidak kuat menahan kesakitan. Ying jie yang langsung membopong nya dan membawa nya ke rumah sakit agar mendapat pertolongan untuk luka nya. Di setiap jalan yang ying jie dia selalu merapalkan do’anya agar tidak terjadi apa-apa dengan yu yan dan ia selalu mencari pusat pikiran nya agar bisa mengingat kembali kejadiaan apa yang sudah yu yan alami. ying jie menghentikan mobil nya di depan rumah sakit , sekarang pun ia sudah tidak mampu berfikir dengan jernih. Yu yan di bawa ke ruang perawatan untuk di tangani dan untung nya saja tidak terjadi hal yang membahayakan kepada yu yan. Dan dokter pun juga menyampaikan jika yu yan sudah boleh pulang tanpa harus di rawat intensif di rumah sakit. ~ Ying jie menuntun yu yan untuk masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju rumah , di sepanjang perjalanan yu yan hanya memilih diam dan memejam kan matanya. Ying jie yang tak bisa melepas pandangan nya pada yu yan karena ia juga ingin menanyakan sebenarnya ada kejadian apa yang sudah menimpanya. Ia pun masih bungkam dengan semua pertanyaan nya. Hingga tiba di depan rumah , ying jie ingin mencoba membantu yu yan namun di tolak nya dengan sopan oleh yu yan. “ Aku bantu “ tawar ying jie saat membukakan pintu mobil . “ tidak , terimakasih “ ucap yu yan dengan seulas senyum pada bibir nya. Ying jie yang menerima penolakan untuk pertama kalinya sangat lah mengganjal bagi dirinya , fikiran nya selalu bergelut mengingat semua kejadian yang sudah terjadi. Yu yan memilih untuk memasuki kamarnya tanpa ada niatan untuk membersihkan ruang tamu yang nampak seperti gudang pecahan vas. Ying jie mengikuti yu yan dari belakang dan langkah nya terhenti saat tiba-tiba semua ingatan nya tentang kejadian yang menimpa yu yan menyerang kepalanya. Bagaimana ia menampar yu yan dan mendorong nya hingga yu yan tertimpa benda tajam pada pundak nya. Kaki ying jie terasa melemas dan bibir nya terasa begitu kelu saat semua kejadian itu muncul. Ying jie memilih duduk di sofa yang berada di dekatnya lalu memijat kepalanya karena merasa begitu pusing. Ia berniat meminta maaf pada yu yan tetapi ia sendiri pun tidak mengetahui bagaimana cara untuk memulainya. Ying jie memutuskan untuk membereskan ruang tamu yang berantakan dan memikirkan cara untuk meminta maaf pada yu yan. ******* Baiyou dan vanderman yang berencana mengadakan pertemuan di sebuah restoran klasik dengan ayhan untuk membahas pernikahan nya dan tongli. Sebelumnya baiyou sudah menghubungi ayhan agar datang pada malam nanti untuk menjamu calon mertua nya. Ayhan yang sudah lama di asuh baiyou pun sama hal nya seperti ying jie yang tidak bisa menolak semua perintah Baiyou. Ia menyetujui perjodohan nya dengan tongli namun tanpa ayhan ketahui jika tongli ialah kekasih sahabatnya. Tongli yang mengetahui rencana ayah nya ia bergegas menhubungi ying jie agar ia membawa nya lari dari perjodohan ini. Ia mencoba menghubungi ying jie. “ bawa aku pergi , aku mohon. “ “ nanti malam aku tunggu di restoran seafood dekat rumah ku “ suara tongli saat telfon ying jie terangkat. Dan seketika langsung di matikan oleh tongli karena ia takut jika rencana nya di ketahui oleh ayah ataupun ibu nya. Namun tongli tidak mengetahui jika yang mengangkat telfon nya bukan lah ying jie namun orang lain yang juga tinggal di rumah yang sama dengan ying jie Ying jie yang tengah berada di kamar nya di kagetkan dengan ketukan pintu kamarnya , ia bergegas membuka pintu berharap yu yan yang mengetuk nya dan mengajak nya berbicara terlebih dahulu. Karena baru kali ini ying jie merasa begitu bersalah terhadap seorang wanita. Setelah ia membuka pintu , ying jie tidak menemukan siapapun di depan nya namun hanya ada selembar kertas yang bertuliskan memo untuk nya. “ malam ini di restoran seafood , tongli menelfon ia berkata akan menunggu mu. Tongli berencana mengajak mu untuk pergi dari shanghai. “ isi memo yang di tulis oleh yu yan. Setelah membaca nya ying jie pun turun untuk menemui yu yan dan ingin benar-benar meminta maaf atas kejadian yang sudah ia lakukan pada yu yan. Namun saat ying jie berada di depan kamar yu yan dan mengetuk pintu kamar yu yan berulang kali tetapi tidak ada jawaban dari sang empunya. Ying jie memutuskan untuk membuka kamar yu yan , setelah di buka ying jie merasa takjub saat melihat begitu banyak nya gambar dirinya di kamar yu yan. Bukan hanya gambar nya namun ada gambar tuan baiyou dan youning. Dan yang membuat ying jie terpesona saat ia melihat gambaran yu yan yang begitu manis nya saat tertawa lepas. Sekian lamanya ia mengenal yu yan , belum pernah sekalipun ia melihat nya tertawa lepas. Ying jie tetap mencari yu yan namun tidak ada yu yan di dalam nya , ying jie mencari nya di setiap penjuru kamar yu yan. Semua barang nya masih ada di dalam kamar , ying jie yang seketika merasa sangat bersalah karena tidak menemukan yu yan . Saat Ying jie duduk di atas kasur yu yan dengan memandangi gambar yu yan yang membuat nya terpesona ia terkejut ketika ada tangan yang memukul pundak nya. “ Bagaimana cara nya kamu masuk? “ Ucap yu yan yang syok melihat kamarnya terbuka lebar dan ternyata semua itu ulah ying jie. “ Aku mencari mu , kamar mu tidak di kunci , kamu darimana , kenapa pergi tidak bilang-bilang “ begitu banyak pertanyaan ying jie yang hanya membuat yu yan tercengang. “ Aku sedang mengambil jemuran di atas “ kata yu yan yang sambil mengacungkan telunjuknya ke atas. Ying jie yang mendengar perkataan yu yan tidak menjawab nya , ia malah terkekeh ria hingga membuat yu yan merasa bingung dengan tingkah ying jie. “ aku minta maaf “ ujar ying jie yang tidak kuasa memandang wajah yu yan karena rasa bersalahnya. “ semua sudah terjadi , tidak perlu meminta maaf. “ “ bukan kah kita teman “ yu yan sangat mempunyai hati yang tulus , ia tidak pernah membenci seseorang. Bahkan pun dengan orang yang juga sudah beberapa kali menyakiti nya ,namum ia sama sekali tidak membencinya. Dan terlihat senyum pada bibir ying jie saat mendengar pernyataan yu yan. “ aku tidak bisa memaafkan diri ku atas apa yang aku... “ ucapan ying jie tertahan saat yu yan memegang kedua tangan nya dan duduk mensejajarkan posisi nya untuk menghadap ying jie “ hiduplah dengan sebaik-baiknya , karena semua tidak akan kembali seperti semula “ ujar yu yan dengan senyum yang begitu nyata dan ikhlas. Walaupun sebenarnya di dalam hati nya begitu banyak luka yang terpendam. Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD