my wild butterfly - 8

1137 Words
Ying jie yang masih memikirkan sesuatu yang di minta oleh tongli untuk membawa nya pergi lari dari perjodohan nya dengan ayhan. Namun entah mengapa ying jie seakan tidak ingin merespon apa yang di rencanakan tongli. Ying jie yang sedang asyik merebahkan tubuh nya hingga saat ia memejamkan matanya nampak jelas wajah yu yan dalam kelopak nya yang terpejam. Dan fikiran yang tidak-tidak pun datang menghampiri otak ying jie , ketukan pintu kamarnya membuat ia membuyarkan khayalan tentang yu yan. Karena ying jie sangat terkejut dengan ketukan pintu itu. “ Masuk “ Ucap ying jie “ Kamu sibuk? “ kedatangan yu yan yang ingin membicarakan sesuatu hal kepada ying jie. Dan membuat ying jie mengerutkan kening nya saat tatapan nya fokus pada selembar kertas yang di bawa yu yan “ Apa itu? “ bukannya menjawab pertanyaan yu yan , ying jie malah berbalik bertanya. “ hadiah dari ku , untuk suami ku “ ujar yu yan dengan senyum yang mengembang menggoda ying jie. Saat ying jie menerima nya dan membaca apa yang tertera pada selembar kertas itu ia merasa terkejut. “ apa maksud mu? “ ujar ying jie dengan nada suara yang sedikit meninggi. “ jangan marah ying jie , maksud ku baik. Aku tau kau terlalu tertekan dengan pernikahan ini dan kau sangat sakit mengetahui perjodohan tongli dan ayhan. Sebelum semuanya terlanjur larut dalam kisah yang sangat abstrak ini. Lebih baik kita mulai menyudahinya saja. Dan kau pasti bisa bahagia dengan tongli. “ yung jie yang tidak mengerti dengan jalan fikiran yu yan menmbuang nafasnya dengan kasar. Dada nya seakan terasa sesak mendengar perkataan yu yan. “ Ambilah , simpan ini. Kamu pasti sangat memerlukan nya “ setelah memberikan surat pernikahan mereka , bagi yu yan untuk saat ini ying jie membutuhkan nya untuk mengurus surat perceraian nya nanti. Saat yi g jie akan menikah dengan tongli. Yu yan memutuskan meninggalkan ying jie yang masih merenung melihat surat pernikahan itu , karena dalam benak fikiran ying jie , ia sama sekali tidak ingin berpisah dengan yu yan. Kadang pun juga terbesit ada beberapa rasa yang sangat dalam untuk yu yan. Namun ying jie pun tidak mengetahui apa yang terjadi pada nya saat ini. Kagundahan hati nya satu sisi ia sangat menginginkan tongli dan di siai lain ia tak mampu melepaskan yu yan. Apakah ia mulai memiliki rasa terhadap yu yan atau hanya rasa bersalahnya saja tentang kejadiaan saat ia melukai yu yan. Fikiran ying jie terus saja berselisih dengan perasaan nya , sampai detik ini pun ying jie tidak dapat menemukan jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan hati nya. Ying jie melihat surat pernikahan mereka , dan membolak-balik nya lalu di lihat nya lagi hingga muncul bayangan yu yan di secarik kertas surat pernikahan yang berada di tangan nya saat ini. Ying jie pun tersemyun saat melihat bayangan yu yan , entah apa yang terjadi pada perasaan nya yang kini tertuju pada yu yan. Dan lagi-lagi lamunan ying jie terbuyarkan oleh suara telepon yang berbunyi. “ iya tuan “ ujar ying jie saat mengangkat telfon yang di ketahuinya dari tuan besar baiyou “ nanti malah aku mengadakan makan malam dengan vanderman dan keluarga nya , adapun ayhan dengan keluarga. Aku harap kamu dapat memenuhi undangan ku , jangan lupa dengan yu yan. Aku tutup dulu. “ singkat kata baiyou yang mengajak ying jie ikut serta dalam pertemuan nya untuk perjodohan tongli dan ayhan. Dan seketika ying jie mempunyai akal agar bisa mengulur-ulur waktu untuk tetap bersama dengan yu yan , Ia bergegas turun menemui yu yan yang sedang berkemas , ying jie terdiam sejenak ketika melihat yu yan merapikan beberapa pakaian nya. Akhirnya ying jie memutuskan untuk memasuki kamar yu yan tanpa mngetuk nya. “ Kau mau kemana? “ yu yan yang tidak sadar akan kedatangan ying jie membuatnya terkejut dengan suara ying jie yang mengejutkan. “ Aku ingin menginap di rumah ayah untuk beberapa waktu , bukan kah kau ingin membawa tongli. Kau bisa membawa nya kemari bukan. Jika seandainya aku masih disini pasti akan banyak pertanyaan yang di lontarkan tongli bukan “ ucap yu yan yang masih mengemas pakaian nya. “ tuan menyuruh kita ikut serta dalam pertemuan keluarga mereka nanti malam , dan aku tidak akan bisa berbuat apa-apa “ kali ini yu yan benar-benar syok dengan apa yang di dengar nya. Ada rasa bahagia saat mengetahuinya namun juga ada rasa sedih karena melihat orang yang di cintainya tidak bahagia. “ lalu , apa rencanamu? “ tanya yu yan memastikan apa yang akan ying jie lakukan saat ini. “ tetaplah disini , Aku masih sangat membutuhkan mu “ ucap ying jie dengan menggenggam kedua tangan yu yan dan berlutut di hadapan yu yan. Perasaan apa yang sedang melanda hati yu yan ketika ying jie berlutut di hadapan nya dan memohon nya agar tetap tinggal bersama nya. ~ Ying jie yang sudah siap dengan balutan kemeja putih yang membalut tubuh nya dan di lengkapi dengan setelan jas berwarna navy yang senada dengan celana nya. Yang masih setia menunggu yu yan terpesona saat akhirnya yu yan datang dengan gaun span berwarna senada dengan jas ying jie dengan gaya rambut yang di cepol indah dan berponi menutupi kening nya. Membuat yu yan nampak seperti anak kecil. Pandangan ying jie yang tidak bisa berpaling saat yu yan datang menghampirinya , pandangan yang sangat tajam seperti seekor singa yang sedang melihat mangsanya untuk segera di terkam. Yu yan mengetahui jika pandangan ying jie yang seperti itu kepada nya mencoba menyadarkan nya dengan mencubit perut nya hingga membuat ying jie mengaduh karena merasakan sakit. “ kenapa aku di cubit , seharusnya itudi cium “ gurau ying jie dan lagi-lagi mendapat cubitan dari yu yan. Ia hanya menggelengkan kepalanya dan melangkah kan kaki nya untuk keluar rumah , namun sebelum kaki yu yan benar-benar melangkah ying jie terlebih dahulu meraih tangan yu yan hingga ia jatuh dalam dekapan d**a bidang ying jie. Kini ying jie yang sangat berani memeluk yu yan yang sudah sangat malu karena perilaku ying jie , lalu dengan sangat mesra nya ying jie mencium pundak mulus yu yan yang tidak tertutupi kain. Hingga bibir ying jie yang juga dengan sigap nya menciumi leher jenjang yu yan dari bawah keatas hingga membuat yu yan merasa kegelian. Nafas berat ying jie sangat terasa saat ying jie menciumi leher yu yan. “ kamu mempesona “ bisik ying jie kepada yu yan lalu meninggalkan yu yan yang masih berdiri dalam diam nya. Yu yan yang masih sangat merasakan debaran jantung nya yang ingin lepas dari tempatnya saat ini. Nafas nya yang seperti habis lari maraton sehingga susah nya menstabilkan perasaan nya. Ying jie yang sudah menunggu yu yan di dalam mobil membunyikan klakson karena mendapati yu yan yang tak beranjak dari tempat nya berdiri. Yu yan yang di beri isyarat bergegas menuju mobil dan memasuki mobil . “ jangan terlalu lama membayangkan ku , lebih baik nikmati saja dalam kenyataan mu “ ying jie berkata sambil membantu memasangkan sabuk pengaman pada yu yan. Sangat dekat jarak yu yan dan ying jie saat ini hingga ying jie pun dapat mendengar suara debaran jantung yu yan yang begitu cepat nya. Dan membuat ying jie terkekeh melihat wajah yu yan yang memerah karena manahan malu. Kini ying jie menginjak gas mobil nya untuk menuju restoran yang sudah di sediakan baiyou.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD