“ jika itu yang membuat mu merasa bebas , maka lakukan lah “ setelah kata yu yan , ying jie langsung menarik tengkuk leher yu yan dan melumat habis bibir ranum yu yan.
Ciuman yang sangat menyakitkan bagi kedua nya hingga tak terasa bulir demi bulir airmata yu yan dan ying jie membasahi pipi mereka yang telah menjadi saksi atas ciuman saat itu.
******
Yu yan..
“ Bersembunyilah dalam peluk ku saat ini , menangislah sekeras-kerasnya sekuat tenaga mu.
Tak perlu kau menghiraukan jati dirimu saat ini.
Pejamkan dan tutup matamu , sehingga kita tidak akan melihat aatu sama lain , saat ini tak usah pedulikan orang lain.
Ku kalung kan nafas ku dan ku semat kan nama mu pada setiap jalan cinta di hidup ku “
Ciuman yang berlangsung begitu lama nya menyisakan banyak luka disana , karena perasaan ying jie yang merasa tersakiti.
Tak sadar dengan apa yang ia lakukan pada yu yan saat ini , di dalam kamar yang begitu tamaram ketika bibir ying jie yang mampu melumat habis bibir ranum yu yan.
Dan sesekali ying jie menggigit kasar bibir yu yan hingga tak terasa sarah segar pun sudah mengalir di sudut bibir yu yan.
Ying jie sama sekali tidak menyadari jika perlakuan nya saat ini sudah sangat melukai yu yan , namun yu yan pun hanya mampu diam agar ying jie lebih leluasa melampiaskan kesakitan nya.
Walaupun pada dasarnya yu yan lah yang sekarang menjadi seseorang yang sangat terluka.
Hingga saat ying jie merasa ada rasa yang berbeda pada ciuman mereka saat ini , lalu membuat ying jie melepas ciuman itu.
Ying jie memandang wajah yu yan yang begitu damainya walaupun dia kini sedang merasa kesakitan , tatapan kedua nya yang saling bertemu tanpa kedipan mata satu sama lain nya.
Tangan ying jie menjulur ke arah bibir yu yan.
Memegang pipi nya lalu menggunakan ibu jarinya untuk mengusap luka yang dia berikan di sudut bibir yu yan.
“ maaf “ ucap ying jie saat menempelkan keningnya pada kening yu yan.
“ tidurlah , biar enakan badan mu “ yu yan merangkul ying jie hingga ia terjatuh dalam pelukan yu yan.
Ying jie yanh sama sekali tidak menghiraukan airmata nya semakin menangis saat memeluk yu yan , bagaimana bisa dia melakukan hal yang sangat menyakiti hati yu yan.
Mungkin kah ini karma yang ia dapatkan , secepat itu kan ying jie mendapatkan nya.
Yu yan mengusap kepala ying jie memberi rasa kenyamanan pada nya .
“ Aku mau pulang saja “ ucap ying jie yang masih enggan lepas dari pelukan yu yan dan hanya mendapati anggukan dari yu yan.
“ Lepas dulu “ pinta yu yan “ mau kah membantu ku? “
Ucap ying jie ketika yu yan menyuruhnya melepaskan pelukan nya
“ membantu mu “ yu yan mengerutkan alis nya karena mendapati ying jie yang meminta pertolongan pada yu yan
“ Apa? “ tanya yu yan
“ Lupakan saja “ kata ying jie dan berlalu menuju pintu kamar dan di ikuti oleh yu yan dari belakang.
*******
Sesampainya mereka di ruang tamu yang masih terdapat keluarga vanderman disana , ying jie dan yu yan meminta ijin untuk kembali ke rumah ying jie lebih awal.
Yu yan memberikan alasan jika basan nya sedikit tidak enak , dan baiyou pun mengijinkan mereka untuk pergi.
Ada satu pandangan yang tidak bisa terlepas oleh ying jie saat tongli menatap keberadaan yu yan yang di samping ying jie saat itu.
Tak ambil diam ying jie menggunakan kesempatan itu untuk membuat tongli cemburu. Yu yan yang berjalan di samping ying jie kini mendapat rangkulan pada pinggang yu yan.
Ying jie yang bermanja sambil memeluk yu yan berlendat lendot sambil kadang mencium tengkuk leher yu yan hingga sang empu nya kegelian.
“ sudah sudah kita sudah hampir sampai pintu keluar , tongli sudah tidak bisa melihat nya “ kata yu yan yang sudah mengetahui perlakuan ying jie saat menggoda nya.
“ terimakasih “ ucap ying jie yang mengacak-acak rambut yu yan
“ Kembali kasih “ jawab yu yan dan memilih memasuki mobil.
“ sudah cukup , jangan cepet kaya gini “
batin yu yan memegang d**a nya saat mendapati detakan jantung nya yang begitu mendebarkan karena tingkah ying jie yang meraja lela mengendus nya.
Ying jie memasuki mobil nya dan menginjak gas nya untuk segera kembali ke rumah mereka. Sudah hampir 20menit perjalanan ying jie dan yu yan pulang.
Hingga akhir nya mereka sampai di tempat tujuan , yu yan bergegas turun dan membuka pagar agar ying jie bisa memasukkan mobil nya ke halaman rumah.
Yu yan membuka pintu rumah dan hendak memasuki kamarnya , namun langkah nya terhenti ketika ying jie menggenggam tangan nya.
Mencegah agar yu yan tidak memasuki kamarnya terlebih dahulu.
“ hmm “
gumam yu yan saat berbalik ke arah ying jie.
“ Temani aku ngobrol “
pinta ying jie yang memang masih memendam rasa kekecewaan yang amat dalam atas perjodohan kekasih nya dan sahabatnya.
“ oke “ dengan membuang nafas ke sembarang tempat yu yan menyetujui untuk menemani ying jie
Mereka duduk di kursi ruang tamu , sungguh sangat terasa begitu canggung bagi yu yan maupun ying jie.
Saling berdekatan tanpa sepatah kata pun.
Yu yan yang meremas ujung baju nya karena merasa begitu sangat gerogi karena posisi mereka saat ini , di tambah lagi bayangan-bayangan saat mereka berciuman selalu ter bayang di benak yu yan.
“ mau minum apa? “
tawar yu yan pada ying jie dan sebagai bentuk cara memecahkan kecanggungan antara mereka.
“ Aku ada wine , sebentar “ ucap ying jie lalu mengambil wine yang ada di dalam lemari penyimpanan wine milik nya
“ Kamu yakin amu minum wine itu? “ tanya yu yan
“ Kalau kamu mabuk gimana? “ kqta yu yan memperingatkan ying jie
“ mungkin hanya dwngan ini aku bisa melupakan segala nya , semua beban derita yang ada pada diriku “
bulir airmata ying jie yang jatuh bersamaan dengan hangat nya wine yang masuk melalui rongga tenggorokan nya.
“ Terkadang apa yang kita cari di sepanjang hidup kita selalu ada di sisi kita.
Aku hanya selembar bayangan yang ada di belakang mu , aku mungkin bukan orang yang sebenarnya kamu ingin kan untuk tetap berasa di samping mu selamanya.
Karena aku di sini hanya mampu menunggu dan bertahan dalam balutan luka saat memiliki mu namun tak mampu menggapai mu “
Batin yu yan yang juga merasakan sakit saat melihat orang yang sangat di cintai nya dalam kondisi yang sangat buruk.
Walaupun yu yan paham benar jika perasaan ying jie tidak akan pernah bisa menjadi miliknya.
Dan kini yu yan yang mampu bertahan hingga sampai saat itu tiba.
Saat dimana ying jie akan menyerah dengan pernikahan mereka karena menemukan seseorang yang pantas untuk nya.
Bersambung....