my wild butterfly - 5

1336 Words
“ Apakah alasan mu untuk menikah dengan ku karena kamu selalu memikirkan aku? “ “ Haruskah aku membuat hubungan kita nyata? “ kata ying jie tepat di samping telinga yu yan , hingga membuat jantung yu yan berdetak lebih cepat dari biasa nya. ****** Pertemuan antara keluarga baiyou dengan keluarga vanderman untuk membicarakan persoalan pernikahan antara anak nya yang bernama tongli dengan anak asuh baiyou yang bernama ayhan . Dia adalah adik seperguruan ying jie yang mendapat julukan kepala gangster ke lima. Karena bagi keluarga vanderman ayhan sangat cocok untuk tongli di bandingkan dengan yang lain nya. Dari segi latar belakang keluarga nya pun sangat jelas de bandingkan dengan beberapa anak asuh baiyou . Vanderman sangat mengidolakan ayhan karena ketampanan juga kedisiplinan nya , sebelum vanderman memutuskan untuk singgah ke rumah baiyou. Ia pernah bertemu dengan ayhan , dan saat itu ayhan lah yang menolong vanderman dari kejaran beberapa gangster seberang yang ingin mencelakainya. Sejak saat itu vanderman berjanji pada dirinya sendiri untuk menikahkan putri semata wayang nya dengan ayhan yang ternyata anak asuh dari baiyou seorang yang tertinggi di kalangan gangster. Vanderman mengatakan jika putrinya telah setuju untuk di nikahkan oleh ayhan , maka dari otu vanderman meminta baiyou untuk mengijinkan ayhan untuk menikahi putri nya. Namun baiyou tidak bisa menjawab nya karena itu semua adalah keputusan ayhan , sedangkan ayhan sedang di tugaskan menjaga perbatasan. Baiyou akan mengirimkan telegram untuk ayhan agar ia cepat kembali untuk memberi jawaban atas permintaan vanderman. Di satu sisi baiyou melihat ada nya rona kekecewaan pada ying jie yang menjadi saksi jika kekasih nya akan di nikahkan dengan sahabat nya yang sejak dulu telah di asuh oleh baiyou. Ying jie sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa saat itu , ia sangat tidak bisa meyakini yang nama nya cinta sekarang. Karena tongli pun juga tidak menolak atau pun berpegang teguh pada hubungan mereka saat ini. Ia lebih memilih untuk menyetujuinya tanpa ada penolakan sama sekali. Dan tongli pun juga tidak adda rasa bersalah sama sekali , youning pun yang melihat ekspresi tongli merasa sangat kesal. Youning memutuskan untuk menghubungi yu yan yang sedang pergi untuk pulang karena ada sesuatu yang sangat mendesak. ~~~~~~ Yu yan yang sedang dalam perjalanan untuk menuju ke rumah ayah tiri nya terhenti karena telfon genggam nya berbunyi. Saat yu yan mengambil nya tertera nama yuoning pada layar telfon nya. “ ada apa? “ jawab yu yan ketika mengangkat telfon “ Pulang lah , ying jie membutuhkan mu saat ini “ seketika langkah yu yan terhenti lalu berfikir bagaimana mungkin bisa seorang ying jie membutuhkan nya. “ Bukan kah kepergian ku yang di tunggu-tunggu nya “ sindir yu yan di seberang telfon “ Inti nya saat ini yang aku tau ying jie membuyuhkan mu , maka pulang lah “ ucap youn8ng yang lalu mematikan telfon nya tanpa aba-aba. Yu yan memutuskan untuk kembali ke rumah karena merasa sedikit terasa aneh dari perkataan youning tadi. Sepanjang perjalanan fikiran yu yan tidak bisa tenang karena selalu memikirkan ying jie , apalagi kata-kata youning di telfon tadi yang mengatakan jika ying jie sedang sangat membutuhkan nya sekarang. Yu yan mempercepat jalan nya agar segera tiba di rumah keluarga baiyou. Namun sayang nya dari arah berseberangan ada kendaraan yang sangat kencang menyerempet yu yan. Hingga yu yan terjatuh dan mengalami luka yang cukup dalam di kening nya serta pergelangan nya mungkin sedikit tergelincir hingga membuat jalan nya sempoyongan. Banyak orang di sekitar yang berniat menolong yu yan tetapi karena yang di rasa yu yan dia baik-baik saja akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan membubarkan kerumunan orang yamg sedang mengerumuninya. . Setelah di rasanya sampai yu yan bergegas untuk masuk ke dalam rumah namum melewati halaman belakang. Saat melewati taman halaman belakang ia berjumpa dengan ying jie yang sedang menikmati bir merah yang berada di tangan nya. Ying jie sangat terkejut saat mengetahui luka pada kening yu yan dan lalu memghampiri yu yan yang juga terkejut karena .endapati ying jie ada di depan nya. “ Kenapa? “ tunjuk ying jie pada luka yu yan yang sudah hampir mengering. “ Terserempet “ , “ kamu baik-baik saja kan? “ tanya yu yan sambil memegang pipi ying jie yang sudah memerah , mungkin ia terlalu banyak minum hingga membuat suhu tubuh nya meningkat. “ kurasa aku cukup baik sekarang “ ucap ying jie yang merasa seperti ada air terjun yang mengalir menyiram kobaran api yang sedang menyala begitu dasyatnya ketika yu yan menyentuh pipi nya. “ Aku obati luka mu “ ying jie menggenggam tangan yu yan dan mengajaknya masuk ke dalam rumah lalu memasuki kamar yu yan. Tingkah ying jie yang membawa yu yan memasuki kamar yu yan terekam jelas oleh mereka yang sedang asyik menyantap hidangan makan malam. Semyum baiyou dan youning seketika mengembang saat itu karena melihat yu yan dan ying jie memasuki kamar yu yan. Namun terlihat rona wajah kecewa dari wajah tongli , ia berfikir mungkin ying jie ingin membalas nya karena telah menyetujui perjodohan nya dengan ayhan. Ying jie yang masih menggenggam tangan yu yan untuk mengikuti nya memasuki kamar hanya sekedar untuk mengobati luka pada kening yu yan. Yu yan duduk di atas kasur nya dan melihat ying jie yang mencari kotak pengobatan di dalam kamar yu yan. Tapi buka kotak pengobatan yang ia dapatkan melainkan kotak yang berisi beberapa gambar masa kecil ying jie dan yu yan saat berlatih bersama dan ada beberapa bait kata yang tertulis di gambar itu. Yang menjelaskan tentang perasaan yu yan pada ying jie semenjak dahulu , namun yu yan yang saat itu tidak ada keberanian untuk mengatakan nya memiliih untuk bungkam hingga sekarang. Sebenarnya ying jie sejak dulu sudah mengetahui bagaimana perasaan yu yan , kira nya ying jie jika mereka sudah dewasa pasti akan bisa saling mengerti jika perasaan itu hanya sesaat. Tapi setelah melihat beberapa bukti nyata yang tersembunyi di dalam kamar yu yan , ying jie baru menyadari jika perasaan yu yan memang benar adanya. Namun semua sudah terlambat karena ying jie yang kini hanya mencintai tongli walaupun jiwa utuh nya adalah milik yu yan. Ying jie memasukkan kotak gambar yang di temukan nya ke tempat semula , dan mengambil kotak pengobatan yang ada di samping kotak gambar itu. Langkah ying jie yang sangat berat saat mengetahui perasaan yu yan pada nya , walau yu yan tidak memberitahu nya secara langsung. Ying jie menyebelahi yu yan lalu mengobati luka pada kening yu yan , Dengan sangat telaten nya ying jie mengobati luka yu yan , tak sekali meniup nya agar tidak terasa perih. “ sakit? “ tanya ying jie saat memberi obat oles pada luka yu yan “ bisa di tahan “ ucap yu yan dengan menahan rasa yang luar biasa sakit nya , karena luka yang di dapati nya sudah mulai mengering menjadi darah yang membeku. “ sampai kapan kamu akan menahan nya? “ yu yan yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan ying jie hanya mampu mengerutkan kening nya hingga kedua alis nya bertemu. “ maksud kamu? “ jawab yu yan memang benar sangat kebingungan dengan perkataan ying jie. “ apakah alasan mu untuk menikah dengan ku karena kamu selalu memikirkan aku? “ “ Haruskah aku membuat hubungan kita nyata? “ kata ying jie tepat di samping telinga yu yan , hingga membuat jantung yu yan berdetak lebih cepat dari biasa nya. “ Andai saja tongli tidak menerima perjodohan nya dengan ayhan , mungkin aku aku tidak akan merasakan nyeri di d**a ku seperti sekarang” Yu yan yang tidak tahu harus menjawab apa tentang pernyataan ying jie , ia hanya mampu menundukkan kepala nya karena sedikit merasa sakit pada hatinya. Yu yan mengerti pasti saat ini ying jie masih benar-benar terluka kerena perjodohan antara kekasih nya dengan sahabat nya. “ jika aku melampiaskan semua kepada mu , apakah itu adil? “ ucap ying jie seraya mendekati yu yan , sangat dekat ketika mata mereka bertemu mengisyaratkan bahwa di kedua pandangan mereka terdapat luka yang sangat perih di dalam nya. Yu yan pun sama sekali tidak menjawab pertanyaan ying jie , ia hanya mampu menatap mata sayu ying jie yang sudah sangat ingin mengeluarkan bulir-bulir air yang mengembang pada kelopak matanya. “ jika itu yang membuat mu merasa bebas , maka lakukan lah “ setelah kata yu yan , ying jie langsung menarik tengkuk leher yu yan dan melumat habis bibir ranum yu yan. Ciuman yang sangat menyakitkan bagi kedua nya hingga tak terasa bulir demi bulir airmata yu yan dan ying jie membasahi pipi mereka yang telah menjadi saksi atas ciuman saat itu. Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD