Bab 11

1090 Words

Brak! Pintu terbuka membentur dinding dengan kasar, membuat Cantika tersentak bangun dari tempat tidur. Tubuhnya terasa remuk redam. Di ambang pintu, Alesha berdiri dengan angkuh. Cantika menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. Kapan hidupnya akan tenang? Kapan ia bisa merasakan bahagia? Setiap hari yang ia lalui hanyalah berisi cacian, makian, dan perlakuan kasar dari Orion yang semakin hari semakin membingungkan. “Bangun!” cetus Alesha, suaranya tajam seperti pisau. “Di dapur belum ada makanan! Kau pikir kau siapa, bisa bermalas-malasan seperti ini?” “Aku bukan pembantu di rumah ini, Kak! Dan kau juga tidak punya sopan santun, masuk ke rumah dan kamarku tanpa izin!” jawab Cantika. Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul delapan pagi. Seharusnya ia sudah bersiap untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD