bc

Starly

book_age16+
131
FOLLOW
1K
READ
kickass heroine
independent
brave
bxg
another world
enimies to lovers
war
weak to strong
gorgeous
stubborn
like
intro-logo
Blurb

Kontes Menulis Innovel II - The Girl Power

Perjodohan yang dilakukan oleh pemimpin kawanan rubah—Gunn, untuk sang putra karena berhasil menaklukkan kawanan penjarah di Cyberis land, menjadikan Starly— turunan penari roh bintang terikat dengan si tengil Ryan, rubah jantan yang tekenal sebagai pengganggu yang jail pada kawanan betina serta para janda.

Namun anehnya perasaan Starly yang enggan itu lama-kelamaan menjadi ingin karena perlakuan manis Ryan padanya di air terjun Skavaz, tempat yang katanya hanya untuk mereka berdua.

Gadis rubah itu mulai menaruh hati pada Ryan.

Hingga suatu malam, petaka hebat terjadi saat ia menari untuk roh bintang sebagai gadis untuk terakhir kali. Starly ingin terlihat tangguh dan kuat di hadapan Ryan, namun naas, semua tak sesuai dengan keinginannya. Starly kehilangan sesuatu yang berharga sebagai penari roh bintang. Petaka belum berakhir di sana, bencana hebat terjadi dan Ibu Starly menghilang.

Kesalahpahaman pada Ryan pun mulai muncul dan kepercayaannya pada rubah tengil itu pun semakin memudar. Starly semakin berambisi untuk menjadi lebih kuat dan hebat dari sebelumnya.

chap-preview
Free preview
01. Yellow Fox
Kobaran api semakin meninggi bersamaan dengan suara riuh lolongan dan tabuhan-tabuhan gendang. Alunan bagai deburan ombak itu mengiri tarian untuk menyambut sebuah kemenangan. Kami menyebutnya tarian roh bintang, dengan seekor rubah betina yang bergerak elok di tengah sana. Ya, Ibuku di sana. Begitu anggun menghentakkan dua tungkai depannya kesana-kemari, ekor lebar dan tebal bergerak indah, meliuk liuk mengikuti irama musik. Sangat cantik dan menawan. Rembulan masih setia menyaksikan kawanan kami- kawanan yang penuh semangat dan suka cita. Ini adalah kemenangan pertama di rumah baru setelah kami berhasil melakukan pengungsian tiga hari yang lalu. Tempat yang sempurna, kata Gunn pemimpin kami saat 23 ekor rubah menginjakkan keempat tungkainya di salah satu lembah di tengah hutan. Cyberis Land, tidak ada yang tau pasti apa yang akan terjadi di tempat ini kelak, tapi selama kawanan kami tetap bersama dan saling menjaga satu sama lain, aku yakin, semuanya akan baik-baik saja. Namun tidak berselang lama. Lebih tepatnya seminggu setalah kami menginjakkan kaki di tempat ini. Kawanan penjarah yang ingin mengambil harta, tahta dan gadis-gadis dari kawanan kami datang, sempat memporak-porandakan bangunan yang baru saja kami bangun sebagai tempat bernaung. Namun beruntungnya kawanan kami berhasil memberantas para penjarah itu. Dan pesta kali ini adalah untuk menyambut kesuksesan kami di rumah baru. Syukurnya tak ada yang terluka dalam kejadian malam itu. Dan semua itu karena begitu hebat dan gigihnya para pelindung dari kawanan kami. Mereka semua diberantas oleh Foxioz, pejuang di kelompok kami. Garda terdepan sebagai sang pelindung. Ini adalah kepindahan pertama sekaligus kemenangan pertama di rumah baru. Perjalanan saat kepindahan sungguh sangat melelahkan, yang kita hadapi bukan hanya cuaca ekstrim, beberapa makhluk pengganggu juga ikut berperan dalam mengurangi jumlah kawanan kami. Tapi Gunn adalah sosok pemimpin yang tangguh. Dia melindungi kami, dia layak untuk mendapatkan seluruh penghormatan dari kami. Semua Foxioz layak mendapatkannya menurutku-kecuali makhluk tengil itu, yellow fox si tukang pengacau. Rubah kecil lincah yang hanya bermain dengan gadis-gadis yang ketakutan. Wajah tengilnya saat menaik-turunkan alis ketika salah satu betina berlindung di balik ekornya membuatku kesal dan muak. Aku akui kalau dia memang lincah, gesit dan cekatan. Dianugerahi darah Gunn dalam nadinya membuatnya masuk dalam kategori pelindung yang kokoh, tapi sifatnya yang semena-mena pada kawanan betina membuatku geram. Dia tak berperan banyak dalam membantu- anak Gunn si tukang pengacau. KACAU! "Rumah baru kita dan kemenangan pertama kita!" Gunn di singgasananya berdiri gagah, seluruh bunyi lolongan menyambut sang pemimpin. "Bersenang-senang lah!" lanjut Gunn penuh wibawa. Musik kembali dibunyikan dengan riuh, kobaran api semakin meninggi membuat tubuhku yang berjarak lima tungkai dari si jago merah dapat merasakan hangatnya. Ibuku dengan senyumannya yang anggun, semakin cantik menggoyangkan b****g dan ekornya di tengah sana. Gunn lagi-lagi berdiri dari singgasana, "Kawananku!" kata Gunn berhasil membuat tabuhan gendang dan tarian ibuku berhenti seketika, "Ryan kemari!" panggilnya kemudian. Ryan- si yellow fox yang ku maksud tadi, si tengil yang menggoda para betina di kawanan. Dia mengibaskan ekornya dengan percaya diri lalu berdiri kokoh seperti ayahnya. "Ryan di sini yah!" Si tengil itu tersenyum. "Terimakasih untuk seluruh Foxioz yang bertahan sampai sini dan memberikan perlindungan untuk seluruh kawanan," kata Gunn. "Dan salah satu Foxioz, putra keduaku, aku akan memberikannya hadiah malam ini!" Oke, ternyata pengumuman yang menyebalkan. Ryan tidak seperti itu Gunn. Putramu itu pengacau! "Hadiah?" tanya si tengil itu. Cih, dia tidak patut mendapatkan ini semua. "Iya, hadiah ... malam yang indah untuk berkawin, nak ...," kata Gunn membuatku melotot tajam. Sebentar ... Ber-berkawin? Ingatanku menerawang jauh saat kami masih tinggal di rumah lama. Saat itu Mark- putra pertama Gunn juga mendapatkan kesempatan yang sama seperti Ryan. Yaitu bebas memilih seekor gadis untuk mereka tandai karena Foxioz saat itu berhasil menaklukkan kawanan lain. Aku terkesiap. Dwi netra ku sontak memindai sekitar, mengamati satu persatu para kawanan. Jika saja berkawin yang dimaksud adalah bebas memilih gadis, berarti ... 23 ekor rubah di lingkaran ini. Foxioz 8 ekor, janda rubah 5 ekor, pemimpin Gunn dan dua anaknya Ryan dan Mark. Sisanya ibu-ibu yang menjaga bayi-bayi rubah termasuk ibuku, lalu gadis? Gadis rubah tersisa hanya aku, Launa si penyendiri dan Hyeni satu-satunya gadis di Foxioz lalu si Muggi- tapi Muggi belum dapat dikatakan gadis karena dia masih berusia 4 bulan. Muggi masih anak-anak. "Pilih lah satu ekor gadis yang kamu suka," kata Gunn lagi yang membuat ku menelan ludah dengan susah payah. Tidak! Tidak mungkin, Aku menggeleng samar. Aku melirik ibu dan ibu juga melirikku. Ibu tersenyum sangat manis di tengah-tengah kawanan itu. Sepertinya ibu akan senang jika aku bisa kawin dengan salah satu anak Gunn si pemimpin. Tapi aku tak ingin dengan si tengil. Kawinkan saja aku dengan Mark. Meskipun Mark sudah memiliki dua betina. Aku bisa menjadi betinanya yang ketiga. Atau ibu bisa mengatakan bahwa turunan penari roh bintang tidak boleh berkawin dulu. Katakan bahwa bintang-bintang tak ingin bahwa aku- "Bolehkah aku memilih janda?" kata Ryan membuat semua kawanan terbahak. Si tengil memang selalu seperti itu. Bermain dan bercanda tapi aku tak tau dia benar bercanda atau serius dengan memilih janda(?) "Kenapa memilih janda?" Gunn bertanya pada putranya. Ryan memutar tubuhnya, membersihkan dudukan dengan ekornya yang cantik, lalu duduk dengan gagah di hadapan kawanan, "mereka kehilangan suami di medan perang dan aku ingin melindungi mereka," seperti biasa wajahnya yang tengil sedang menaik turunkan alis dan kurasa hanya aku yang menyadari itu. "Kamu bisa memilih Hyeni sebelum ditandai oleh kakakmu sebagai betinanya yang ketiga, Hyeni gadis yang kuat dan tangguh ...," Ya, Hyeni dan Ryan kurasa cocok. "... atau Launa? kau bisa melindungi Launa ... ah iya Starly ... turunan penari roh bintang!" seru Gunn begitu antusias. Semua mata tertuju padaku, ekorku bergerak tak nyaman dan aku gugup. Netraku dan Ryan sempat bersua sampai aku melihat smirk di moncongnya yang menyebalkan itu. Ya, ku yakin Ryan akan berbuat jail padaku, dia akan mempermainkan ku. Roh bintang, tolong aku. "Starly!" panggil Gunn, mau tak mau aku bejalan ke arah singgasana dan menunduk di hadapan sang pemimpin. "Aku Starly." Apa yang bisa dilakukan seorang kawanan lemah selain tunduk pada perintah. Kurasakan tungkai depan ibu kini menyenggol bokongku membuat ku mendongak, "Ibu ...." Ibu dengan anggunnya menatap Gunn, "gadis ini putriku Gunn, aku sangat senang jika Ryan menandainya sebagai sosok untuk dia lindungi," kata Ibu penuh drama. Ibu tidak tau saja bagaimana cara Ryan melindungi seekor betina. Dia tengil dan pengacau. Tidak mungkin aku mengatakan hal buruk itu di depan ayahnya kan? Aku sangat menghormati Gunn. "Tapi ...," ibu menjeda, menyenggol tungkai depanku, "Izinkan gadis ini menari untuk roh bintang sebagai seekor gadis untuk terakhir kali, dia akan menari indah saat bulan purnama datang." Oke, aku sedikit bingung. Bulan purnama? bulan purnama akan terjadi tiga malam lagi. Aku mendongak menatap Gunn. Gunn melirik ke putranya. "Bagaimana Ryan, bisa tahan untuk tiga malam lagi?" tanya Gunn pada Ryan. Putra pertama Gunn kini berdiri di samping ayahnya, "ayah, coba tanya gadis ini apa dia juga bersedia untuk dikawinkan dengan Ryan?" "Haha, sejak kapan kita punya aturan seperti itu Mark?" tanya Gunn pada Mark. Mark melirik ke arahku dengan tatapan iba. Ya, aku sudah pasrah sejak namaku disebut. Sejak kapan seekor gadis rubah menentang keinginan para pejantan, dan memilih ingin berkawin dengan siapa? kecuali, mungkin Hyeni bisa karena dia pejuang Foxioz. Tapi aku hanyalah gadis lemah yang memang butuh pelindung. Apa aku harus masuk tim Foxioz juga? ah itu terlalu berlebihan ... aku hanyalah seekor rubah yang menyerahkan jiwanya untuk bintang-bintang. "Kenapa tak ada yang mendengar bahwa aku ingin seekor janda?" tanya Ryan dan membuat kawanan lagi-lagi terbahak. "Aku serius!" teriak Ryan dan Gunn geleng-geleng kepala mendengarnya. "Violen, siapkan putrimu untuk menari saat bulan purnama datang!" "Baik Gunn," ucap Ibuku begitu patuh. Aku mendongak menatap langit malam bertabur bintang, aku akan melakukannya dengan baik, tolong kabulkan satu permohonan ku bintang.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Rise from the Darkness

read
8.6K
bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

TERNODA

read
198.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook