CTS~7

1383 Words
Episode sebelumnya .... “Awas aja gue nggak mau nikah sama lo!” ancam Ify kesal. Ia mengambil satu udang rambutan dan melahapnya dengan kasar seolah-olah ia tengah mengunyah seseorang yang membuatnya kesal. “Lo cuma punya dua pilihan, Sayang! Nggak mau nikah sama gue, berarti lo jadi ibu dari anak-anak gue. Bisa dimulai kapan?” Ify melotot, melayangkan ancaman melalui pandangan mata yang dibalas seringaian oleh pemuda itu, membuat Ify jadi teringat momen dimana mereka jadian terasa tak jauh berbeda.  ****  Flashback! Sejak tinggal bersama, tiada hari tanpa pertengkaran antara Ify dengan Rio. Alvin bahkan sampai pusing jika harus melerai keduanya. Apalagi saat itu Pak Hanafi memilih untuk menikmati masa tuanya dengan menyendiri di pinggir kota. Alhasil, Alvin harus menjadi penengah seorang diri. Kadang dibantu Sivia jika gadis itu tengah berkunjung. Suatu hari sepulang dari kampus Ify kecelakaan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Rio yang saat itu tengah meeting langsung membatalkannya begitu saja dan langsung menuju rumah sakit. Ify koma, hal yang membuat Alvin dan Rio menjadi sangat khawatir. Pak Hanafi juga datang, dan mereka bergantian menjaga Ify, terkadang dibantu oleh Sivia. Namun yang sering berada di rumah sakit justru Rio, hal itu membuat Alvin curiga. Apalagi saat teman laki-laki Ify datang dan mengaku sebagai penggemar rahasia, Rio sudah seperti anak itik kehilangan induknya. “Udah, Ify nggak butuh lo tungguin.” Rio berkata ketus. Pemuda yang bernama Bagas itu hanya tersenyum tipis. “Saya akan tetap di sini, Kak Alvin aja ngijinin, iya ‘kan?” “Siapa yang lo panggil kakak? Dia bukan kakak lo,” sambar Rio. Alvin menggaruk tengkuknya bingung. Tatapan penuh permohonan dari Bagas dan tatapan tajam milik Rio membuatnya ingin kabur menembus tembok saking nggak tahunya mau gimana. “Pergi sana! Alvin nggak ngijinin lo ada di sini!” Rio kembali mengusir saat Alvin tetap bungkam karena kebingunan. “Memangnya kamu siapanya Ify? Kak Alvin sebagai kakaknya aja nggak ngelarang!” tantang Bagas dengan berani. “Pfffttt!” Alvin menahan tawa tetapi langsung bungkam saat tatapan tajam Rio tertuju kepada dirinya. Pertanyaan dari Bagas rupanya menggelitik Rio. Pemuda itu kemudian bungkam. Ia berpikir kembali, memangnya siapa dia sampai berhak melarang seseorang untuk menemui Ify? Hanya teman bertengkar yang diam-diam terusik saat ada laki-laki lain yang mendekati Ify. Tanpa menjawab apapun, rio melangkah keluar dan membanting pintu dengan keras membuat Alvin dan Bagas mengurut d**a karena kaget. “Gas, sebaiknya kamu pulang saja, ini sudah larut malam.” Bagas mendesah kecewa. “Yaudah deh, Kak! Besok aku datang lagi.” Alvin hanya tersenyum tipis memandang kepergian Bagas kemudian menghela napas panjang saat melihat Ify yang tak kunjung siuman. Keesokan harinya sepulang dari kantor, Alvin dikejutkan dengan kabar Ify yang sudah pindah kamar. Apalagi saat ia bertanya di mana kamar Ify harus melalui proses interogasi terlebih dahulu. Apa hubungannya dengan Ify? Itu pertanyaan yang sangat menjengkelkan. Alvin menggeram kesal saat tiba di kamar rawat Ify yang baru. Dugaannya benar, Rio-lah sang pelaku yang sudah memindahkan kamar adiknya tanpa ijin. “Lo apaan anjir, mindahin kamar adik gue tanpa ijin?” semprot Alvin begitu ia duduk di sofa berseberangan dengan Rio yang sibuk dengan laptopnya. “Gue udah ijin, tapi lo tidur,” balas Rio enteng. “Emang kenapa harus dipindahin, sih?” “Biar si cunguk itu nggak datang lagi.” Alvin terkekeh. “Maksud lo si Bagas?” “Nggak uah lo sebut namanya!” sahut Rio sewot. “Lo kenapa, sih? Kaya cewek PMS aja semenjak Bagas datang kemarin?”tanya Alvin yang sudah tak mampu menahan rasa penasarannya. Jika dugaannya benar berarti .... “Nggak kenapa-kenapa.” “Lo cemburu?” Rio mendelik. “Sejak kapan di kamus gue ada cemburu?” “Terus kenapa? Annoying banget kalau lo mindahin kamar adik gue tanpa alasan yang jelas.” Alvin semakin mendesak membuat Rio sedikit gugup. “Anggap aja gue begitu.” “Seorang Rio nggak akan melakukan hal yang nggak berguna.” “Nyatanya gue melakukannya.” Alvin terdiam sebentar, keningnya berkerut dengan tatapan menyelidik melihat Rio yang sok sibuk dengan laptopnya dengan kepala menunduk tanpa berani melihatnya. “Lo jujur?” tanya Alvin sekali lagi. “Iya.” “Tanpa alasan lo mindahin kamar adik gue?” “Iya.” “Lo suka sama Ify?” “Iya- EH SIALAN LO!” Alvin tertawa puas sementara Rio mengembuskan napas kesal karena masuk dalam jebakan Alvin. Wajahnya terasa sangat panas sekarang. “Sejak kapan, Yo?” tanya Alvin dengan senyum meledek yang membuat Rio gatal ingin memberikan bogeman mentahnya. Tapi karena rahasianya sudah terbongkar, tak mungkin ia melakukan itu. Bisa-bisa, belum mengaku sudah terhalang restu. “Udah lama.” “Cinta pandangan pertama? Apa itu alasan lo minta gue buat meriksa latar belakangnya?” “Oh, jadi lo yang ngobrak-abrik privasi gue?” Baik Alvin maupun Rio terbelalak kaget mendengar sahutan lemah dari gadis yang beberapa saat lalu masih terbaring koma. Selang oksigen juga sudah ia lepas sendiri. “Ify!” “Bentar gue panggil dokter dulu!” Usai pemeriksaan dan dokter  menyatakan jika kondisi Ify sudah stabil meski masih lemas, Rio dan Alvin pun serentak memandang Ify penuh tanya. “L-lo sadar dari kapan?” tanya Rio gugup. “Sejak lo bilang suka sama gue.” Rio terbatuk, Alvin terbahak melihat sahabatnya itu kini salah tingkah. Pemandangan yang sangat langka melihat Rio yang salah tingkah seperti itu. “Yo!” “Apa?” “Lo beneran suka sama gue?” Rio berdehem sejenak, pemuda itu tampak meremas tangannya sendiri sebelum dengan mantap menatap mata Ify. “Iya, gue suka sama lo.” Rio terdiam sejenak melihat ekspresi takjub dari kakak beradik itu sebelum melanjutkan, “lo punya dua pilihan, jadi istri gue atau jadi ibu dari anak-anak gue.” “Sinting!” Umpat Alvin tak habis pikir. “Pilihan macam apa itu?” Alvin specheless,ini lamaran atau pemaksaan? “Lo nggak usah jawab, gue nggak lagi ngomong smaa lo,” sambar Rio yang membuat Alvin kicep dan geleng-geleng kepala. “Apa lo pikir gue cewek yang mudah lo dapetin?” Ify tersenyum sinis membuat Alvin menjulurkan lidahnya ke arah Rio yang kini memandang Ify heran. “Emangnya lo bisa nolak gue? Di luar sana banyak banget yang pengen ada di posisi lo sekarang!” “Ya udah, kenapa lo nggak keluar aja dan cari cewek yang mau sama lo.” “Nggak mau.” “Kenapa?” “Karena gue maunya lo!” Alvin mengelus d**a. Apa seperti ini nasib jomlo jika berada di tengah-tengah orang kasmaran? Tiba-tiba menjadi tak terlihat dan tak dianggap. “Kalau gue nggak mau sama lo?” tantang Ify yang membuat Rio menaikkan sebelah alisnya. “Yakin nggak mau sama gue?” tanya Rio bersamaan dengan dirinya yang memajukan wajahnya hingga hidung mereka saling bersentuhan. Napas hangat Rio yang berbau kopi menerpa wajah Ify. Ify meneguk ludahnya gugup. Sialan! Jika seperti ini, siapa wanita yang nggak akan berdebar? Ditatap dengan begitu intens oleh Rio dalam jarak sedekat ini. Bahkan jika ia menggerakkan sedikit saja wajanya ia bisa mengecup bibir ranum milik Rio. Plak! Ify menampar wajahnya sendiri membuat Rio dan Alvin berjengit kaget. Rio menjauhkan wajahnya dan menatap wajah Ify yang kini memerah. “Jadi gimana? Bersedia menjadi Nyonya Haling di masa depan?” ulanng Rio. “Woyyyy, harusnya lo minta ijin gue dulu! Gue aja belum ngasih restu,” protes Alvin. “Yang mau gue nikahin dia, bukan lo!” “Sialan! Awas aja, nggak akan gue permudah urusan kalian berdua!” Rio tak ambil pusing, ia tetap menatap Ify yang kini juga tengah menatapnya. “Oke!” “FY, JADI CEWEK JANGAN GAMPANGAN DONG!” teriak Alvin tapi tak ada yang menanggapi. “Gue mau jadi pacar lo.” “Serius?” “Tapi ada syaratnya!” “Lo mau jalin hubungan apa mau negosiasi,” keluh Rio. “Jangan bilang lo mau dibuatin seribu candi, gue nggak bisa!” “Maunya sih gitu, tapi gue sadar lo bukan Bandung Bondowoso. Bisa-bisa lo mati duluan sebelum gue dapat warisan,” Balas Ify yang membuat Alvin dan Rio hanya mampu menganga takjub. “Jadi, lo mau syarat apa?” “Apapun yang gue minta, lo harus turutin nanti.” “Gitu doang?” “Iya.” “Oke, deal!” Alvin pun memilih untuk undur diri. Tak sanggup jika harus menghadapi pasangan gila yang satu ini.      
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD