"Mas, aku suka kamu.” Nala menatap dengan penuh kekaguman, kedua tangannya menyerahkan sebuah kotak pada Azka. "Apa ini?" Suara Azka menggeram melihat kotak di tangan Nala. "Buat Mas, buka Mas," ucapnya dengan tak sabar. Nala tersenyum menunggu reaksi Azka. Azka membuka kotak itu dengan mudah hingga benda di dalamnya terlihat. "Bagus gak, Mas?" Nala masih tersenyum menyembunyikan ketakutannya sebab ekspresi Azka sungguh tak mengenakan. “Apa maksud kamu, Nala?” Pria itu menatap tajam dengan rahang mengeras. Tangannya terkepal erat benar-benar memahan amarah hingga kotak di tangannya menjadi sasaran. Di dalamnya semua gambar sketsa dirinya dari kecil hingga kini. Potret yang seolah Nala rekam baik- baik lalu menuangkannya pada sebuah gambar. “Aku suka kamu sebagai seorang wanita.” Gad

