"Windy gimana, Ger?" tanya Erik saat Gery baru saja keluar dari kamar inap Windy. "Udah stabil," jawab Gery seperlunya. "Eum, Mba Ririn." Kali ini tatapan Gery tertuju pada Ririn. "Iya?" "Aku mau minta izin, boleh aku menginap di sini?" "Eh, belum apa-apa lo udah mau nginep. Gercep amat," bisik Erik, tetapi Gery sama sekali tidak menanggapi. "Duh, bukannya nggak mengizinkan, tapi kasihan kamunya, Ger, pake acara menginap di sini segala. Kamu pasti kecapean kan seharian kerja di kantor? Besok pagi-pagi juga harus ngantor kan?" Ririn merasa keberatan dengan permintaan Gery. "Aku nggak apa-apa kok, Mba. Malah kalau Mba-nya yang nginep di sini, kasihan Mba Ririn nanti. Lagian besok pagi aku datang ke kantor agak telat juga nggak apa-apa. Ada Raka di kantor, biar dia dulu yang handle

