Seharian Gery berkutat dengan pekerjaan kantor, akhirnya ia dapat menghela napas lega karena sudah waktunya untuk berkemas. Lelaki itu lalu merapikan berkas-berkas penting yang sejak tadi tampak berantakan di atas meja. Gery kemudian bergegas pulang. Saat keluar dari ruangannya, ia mendapati Raka tengah merapikan diri dan tampaknya asistennya itu buru-buru ingin pergi. Kebetulan sekali meja kerja Raka berada di depan ruangan Gery. "Kamu mau ke rumah sakit lagi, Raka?" tanya Gery. "Eh, Pak Gery. Iya, Pak. Istri saya tadi minta tolong untuk dijemput. Katanya dia ingin pulang dulu karena mau mandi sebentar." "Owh." Gery bingung harus menanggapi bagaimana. Ia sebenarnya ingin sekali pergi ke rumah sakit guna menjenguk Windy. Namun, sepertinya Raka akan melarangnya keras. "Kapan kira-ki

