“Dalam mimpiku, aku bermimpi. Tentang kekasih, itu dirimu. Tambatan hati yang telah pergi. Hanya dirimu tak ada lagi. hanya wajahmu yang terukir di dalam hatiku. Abadi dan takkan terganti. Hanya kaulah cinta dalam hidupku. Meskipun langit tlah memisahkan cinta kita. Aku kan selalu untukmu. Cintamu kan selalu bersemi, di hidupku.” Suara penyanyi Rossa merasuki telinga Natasya melalui headset sedari tadi. Dirinya masih terpaku di depan sajadah panjangnya selama 5 jam sejak kepulangannya dari rumah Arga. Sang ayah yang diberitahu Bia dengan apa yang menimpa kekasih Tasya hanya bisa terdiam. Lelaki itu tak bisa menyentuh anaknya karena takut salah ucap. Tasya hanya diawasinya lewat ambang pintu kamarnya. “Tuhan, benarkah Kak Arga sudah pergi selamanya? Kejam sekali hidupku ini, T

