Bagian sembilan belas

1791 Words

Selamat membaca! "Aku gak mau semua ini menjadi kebiasaan, kamu kebiasaan menyakiti dan aku kebiasaan memaklumi." Sesuai dengan yang di katakan Ibu Keano, saat ini Kay sedang berada di restorant mewah bintang 5. Hari ini ia memiliki keluarga seutuh nya. "Sebelum kita makan, alangkah baiknya kita berdoa dulu. Berdoa masing-masing di hatimu," ucap Papah Keano. "Oke, sekarang kita makan. Selamat Makan Kay!" "Makasih Om, Tante. Kay seneng banget hari ini," ucap Kay sambil tersenyum manis. "Sama-sama, kamu gak usah sungkan minta bantuan sama kita ya. Kita anggap kamu anggap kamu sebagai anak kita sendiri kok," "Iya Om, sekali lagi makasih ya." Setelah selesai makan Malam, mereka selesai mengobrol. Dari mulai obrolan yang penting, sangat penting dan tidak penting. "Mah, Pah. Kalian pul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD