"Sementara harapan ku bahagia selamanya, tetapi kamu malah mengijinkanku berharap untuk sementara" *** Kay berjalan dengan lunglai, dikesepian malam. Air terjun masih mengalir, ia berharap hujan turun hari ini. Otaknya masih memutar ulang Gara berulang-ulang. Kay berjalan tanpa Arah dan tujuan, tapi entah bagaimana ia sudah sampai di komplek perumahaan Rumah. Memang benar semua yang kita jalankan, sekeras apapun kita belari. Rumah tetaplah tempat kita pulang. "HEH ANAK GAK TAU DIRI APA-APAAN LO BARU PULANG JAM SEGINI ?, GAK TAU MALU BANGET, GAK LIAT JAM HAH?! Kay yang malas hanya bisa mengucap kata maaf. "Maaf" "Lo pikir kata maaf lo itu berguna? Sekarang masuk kamar!" "Iya." Lagi-lagi percaya diri tidak berhak untuk bahagia. Seperti kemarin, Gara hari ini menjemputnya. Tapi Gar

