Bagian delapan

775 Words

"Kamu tau menunggu itu tidak enak." Kay dibuka terbalik, ia mendapat dorongan baru, Kay meringis tahan sakit Matanya beralih seseorang yang sedang tertidur dengan posisi duduk dan duduk bersandar di tempat tidur yang Kay pakai. Kay tersenyum menyenangkan ia tau siapa orang yang sedang tertidur ini, berhasil mengangkat rambut lembutnya. "Eh lo udah bangun?" Wajah Kay berubah menjadi sendu, ternyata ia salah orang itu bukan Gara yang seharusnya. Dia Arka, orang yang selalu menolongnya. "Lo kenapa, ada yang sakit?" Tanya Arka khawatir. Kay menggeleng. "Enggak, cuman gue kira lo kak Gara!" Arka menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Sori, gue tadi nemuin lo pingsan di kamar mandi, jadi gue panik dan bawa lo kerumah sakit deh." "Lo udah berkali-kali nolongin gue kak, makasih" ucap Kay s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD