#6

320 Words
"Gantilah pakaianmu, baunya benar-benar sangat busuk," ucap Vino kepada Via. Kini mereka sudah kembali ke kamar setelah menyelesaikan makan malamnya. "Aku tidak ingin memakai pakaian istrimu," tolak Via. "Apa maksudmu?" tanya Vino bingung. "Semua pakaian mahal itu pasti milik istrimu bukan? saat ini istrimu sedang pergi ke luar negeri dan kau mencuri kesempatan untuk tidur denganku. Cih, dasar pria b******k," cecar Via bersedakap d**a. "Apa yang kau ucapkan? aku belum memiliki seorang istri!" bantah Vino. "Apa aku percaya? tentu saja tidak," balas Via "Jika aku sudah memiliki seorang istri, aku tidak mungkin mau mengajakmu tidur bersama." "Cowo b******k sepertimu selalu saja berbohong." "Aku tidak berbohong!" "Benarkah? lalu milik siapa pakaian itu? apakah kau suka memakai gaun?" Mata Vino melotot, bagaimana bisa gadis itu berfikir seperti itu? "Jaga ucapanmu, aku tidak pernah sudi memakai gaun seperti itu," ucap Vino kesal. "Lalu untuk apa kau membeli gaun sebanyak itu?" "Untuk istriku-" "Cih," decih Via. "Untuk istriku suatu saat nanti jika aku sudah menikah dengannya," lanjut Vino. "Dengannya? apakah kau sudah memiliki seorang kekasih?" Vino hanya diam. "Kau diam? jadi benar kau memiliki seorang kekasih? jadi pakaian itu milik kekasihmu?" Vino mengepalkan tangannya kuat-kuat, pria itu mencoba menahan amarahnya. Kenapa gadis itu cerewet sekali, bahkan ia sampai lupa siapa dirinya dan siapa gadis yang ada di hadapannya. Vino seperti sedang di marahi oleh istrinya karena ketangkap basah bermain gila dengan wanita lain di belakangnya. Dan kenapa pria itu hanya diam saja? kenapa dia tidak melawan gadis itu seperti wanita-wanita lain yang sering ia bentak? astaga, ada apa ini Vino? Vino menghela nafasnya, lalu menatap Via yang tengah memalingkan wajahnya. "Aku tidak memiliki kekasih atau pun istri, aku membeli pakaian itu karena aku ingin memberikan kepada kekasih atau istriku suatu saat nanti. Aku tidak peduli kau mau percaya kepadaku atau tidak, yang terpenting gantilah pakainmu sekarang juga," ucap Vino, yang setelah itu keluar dari kamar meninggalkan Via yang hanya diam mematung. "Dasar pria b******k!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD