Tidak akan Melepasnya

869 Words
"Kau harus datang atau aku akan memberitahu suamimu!" Alisha kembali berbalik, memberikan tatapan sengitnya saat mendengar teriakan Neuro. la melirik ke arah sekeliling dengan panik Pria itu! Bagaimana jika ada yang mendengar pembicaraan mereka? Kemarahan Alisha semakin bertambah saat melihat Neuro hanya tersenyum menyeringai. Neuro sepertinya menikmati waktu dimana ia merasa dipermainkan. Alisha memilih kembali melanjutkan langkah lebar sambil merutuk dalam hatinya, menyumpahi Neuro setengah mati, "Dasar pria gila!" Alisha segera mencari keberadaan Rean, mereka harus pergi dari sini sebelum Neuro kembali membuat ulah. Namun saat langkahnya baru mencapai beberapa langkah, Alisha terhenti saat melihat Gea yang tengah tersenyum dengan Rean. Mereka tertawa lalu terlibat pembicaraan seru dengan rekan kerja Rean yang lain. Tangan Alisha terkepal, baru ditinggalkan beberapa menit saja, Rean dan Gea sudah terlihat bersama di sana. "Wah, wah sepertinya selingkuhanmu mulai mengambil alih suamimu.” Alisha berbalik, ia kembali menampilkan raut wajah tidak senang saat sadar siapa yang berada di belakangnya. "Apa kau seorang penguntit? Kenapa kau mengikutiku? Lalu apa maksud perkataanmu itu, suamiku sama sekali tidak berselingkuh!" Serang Alisha tegas. Neuro kembali tersenyum lalu berdecak, "Siapa yang mengikutimu, Nona? Aku hanya hendak kembali ke tempat pesta ayahku." Netra biru Neuro mengerling dengan jahil, melirik ke arah Rean dan Gea di seberang sana, "Kau cukup tahu apa maksud perkataanku, Nona Alisha, Alisha yang merasa bahwa berbicara dengan Neuro semakin berbahaya segera mengangkat tangan, "Jangan berusaha akrab denganku karena kesalahan satu malam, Tuan Neuro, Alisha kembali memberikan peringatan, namun Neuro hanya tersenyum mendengarnya. Neuro kemudian maju terlihat hendak melewati Alisha, namun sebelum benar-benar pergi, pria itu kembali berbisik kecil ke arah telinganya. "Datanglah ke sana, aku akan memberikan penawaran yang menarik untukmu," Alisha hanya memutar mata jengah, sepenuhnya mengabaikan perkataan Neuro. la masih memberikan tatapan sinisnya saat melihat punggung Neuro berlalu. Alisha mengambil napas lalu kembali menatap Rean yang malah sibuk dengan Gea, selingkuhannya. Alisha merasa sangat kesal karena ulah Neuro, namun melihat Rean yang sama sekali melupakan keberadaannya membuat perasaan hatinya semakin buruk. Pemandangan Rean dan Gea di depan sana membuat matanya sakit. Untuk terakhir kalinya, Alisha melemparkan tatapan jijik pada mereka. Kakinya kembali dihentakkan dengan angkuh, la akan pergi sendiri dari sini dengan atau tanpa Rean. "Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu sejak tadi pagi?" John bergidik melihat tingkah Neuro yang aneh hari ini. Semenjak tiba, Neuro akan menampilkan senyumnya kemudian terkekeh sendirian. Bahkan saat John memberikan file untuk ia pelajari, Neuro masih menampilkan wajah riangnya kemudian terkekeh lagi. "Perlu kuberikan obat untukmu?" Tawar John mulai khawatir. Otak Neuro sepertinya selalu bermasalah setelah ia bertemu dengan gadis bar itu. Bagaimana jika Neuro menjadi hilang akal akibat memikirkan gadis bar itu? John menggeleng, itu tidak lucu. Neuro memang sudah aneh sejak lahir, tapi menjadi gila karena seorang gadis, itu tidak mungkin terjadi pada pria brngsk macam Neuro. Dia adalah penakluk wanita, menjadi lemah karena wanita, bukan tipikal Neuro sama sekali. "Diamlah John, aku sedang senang. Jangan merusak kesenanganku.” John mengangkat alis kemudian duduk, mulai tertarik dengan kabar menyenangkan dari atasannya ini. "Biasanya suasana hatimu selalu buruk setelah acara ayahmu, apa ada hal yang membuatmu senang semalam? Pantas saja kau terlihat ceria menyapa rekan-rekan kerja kita," Neuro menampilkan raut wajah misterius, "Begitulah," John menatap takjub, benar-benar hal yang langka bisa melihat keceriaan di wajah Neuro. "Kau bertemu gadis cantik? Apa gadis ini lebih cantik dari gadis bar itu?" Tebak John, menurutnya hanya itu yang bisa membuat Neuro bersemangat. "Aku menemukannya," John mengangkat alisnya heran, "Siapa?" "Wanita bar itu," "Ohh...." John kembali memasang wajah terkejut. "Hah? Siapa?" "Wanita bar itu, John. Aku menemukannya di pesta ayahku semalam.” John mengerjapkan matanya, tidak percaya, "Kau bertemu dia? Di mana? Kenapa tidak memberitahuku? Aku sangat penasaran bagaimana rupanya," "Dia...." Neuro sengaja menggantungkan ucapannya membuat John semakin penasaran. "Ya? Dia kenapa? Apa kau juga sudah tahu namanya?" Berondong John gemas karena Neuro menggantung ucapannya. "Dia mengganti gaya rambutnya, membuatku semakin gemas saja," ucap Neuro sambil tersenyum. John menepuk dahinya keras. "Jadi kau belum tahu namanya?" Neuro menampilkan raut wajah tersinggung, "Hei, jangan meremehkanku, John, aku bahkan lebih baik darimu dalam hal mencari informasi," ujarnya tidak terima. John mendengus, bagaimana bisa ia mengindentifikasi wanita itu jika penampilannya saja hanya berdasarkan ingatan Neuro? Neuro hanya mengatakan bahwa wanita itu liar, luar biasa dan cantik. Demi Tuhan, ribuan wanita memiliki karakteristik umum seperti itu! "Jadi, siapa namanya? Apa kalian berjanji untuk bertemu lagi?" Karena ia sangat penasaran dengan cerita Neuro, John mencoba untuk tidak mendebatnya. "Namanya Alisha, cantik bukan?" "Tunggu sebentar, Alisha? Namanya tidak asing, sepertinya aku. pernah mendengarnya," balas John dengan kening berkerut samar "Ya, dia istri Rean,” Netra John melebar sempurna mendengar penuturan Neuro, "Astaga! kau bilang istri Rean? Dia pemilik perusahaan Joy Deluxe bukan? Kau mempunyai affair dengan istri kolega kita? Kau gila?" Serang John tidak habis pikir. la memang sudah sering mengurusi berbagai macam masalah yang Neuro timbulkan, tapi berhubungan dengan istri rekan kerja mereka bukanlah perkara yang sepele. Neuro hanya mendesah lalu menepuk-nepuk telinganya, "Sudah ku bilang John, kendalikan suaramu itu, kau seperti nenek-nenek," John yang sepenuhnya tidak setuju dengan keluhan Neuro tentang suaranya kembali mengacuhkan hal itu, "Kau tidak berniat menemuinya lagi, bukan?" ujar John cemas. Menatap Neuro takut-takut, berharap semoga saja perkiraannya ini salah. "Aku sudah menemukannya, tentu saja aku tidak akan melepasnya lagi.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD