Bagian 31

1902 Words
Ternyata tidak hanya Frey yang sedang hamil. Axele dan Bella juga mendapatkan kebahagiaan mereka di mana Bella juga pun sama sedang hamil. Axele yang tahu jika sang mate sedang hamil pun berusaha tetap menjaga tanpa menghilangkan tanggung jawabnya sebagai seorang raja. Seperti saat ini, Axele terus melangkahkan kakinya melewati lorong-lorong istana. "Di mana mereka?" tanyanya dengan suara yang mampu membuat siapa saja tunduk kepadanya. "Kami sudah membawanya ke penjara bawah tanah, Raja," jawab seorang pria yang merupakan bawahannya. Tanpa berlama-lama lagi, raja pun menuju ke penjara bawah tanah yang lorongnya sepi dan gelap. Setelah sekian lama penjara ini tak terisi, kini ada satu orang yang sepertinya memimpikan untuk berada di dalam sana. Membuat masalah kepada pria ini. Tampak di dalam sel itu terdengar suara tawa yang aneh. Axele terus melangkah. Kemudian, tatapan tajam ia berikan kepada seseorang yang berada di dalamnya. Seorang pria dengan baju lusuh dan rambut yang terawat. Axele mengendus di udara, mencoba mengidentifikasi berasal dari mana orang ini. "Siapa kau?" tanya Axele. Orang asing itu menoleh dan tawanya sudah berhenti. "Raja yang agung. Bagaimana kabarmu, Raja?" tanya orang itu dengan pandangan remeh yang ia tujukan kepada sang penguasa. "Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni orang sepertimu. Cepat katakan dari mana kau berasal?" hardik Axele. "Haha, aku adalah hal terburukmu, Raja. Aku akan menjadi hal terburuk yang pernah kau temui." Axele mencebik, orang itu terlalu banyak bertele-tele dan mempermainkannya. "Akkhh!" Orang asing itu berteriak dan terjatuh ke tanah. Axele menggunakan kekuatannya lagi tanpa perlu menyentuh sang lawan. "Berhati-hatilah ketika kau bicara. Ingatlah kau berada di mana dan berpikirlah dalam bertindak," ucap Axele. "Apa ... kau ... kira ... akhh ... aku ... akan ... ssst ... tinggal diam?" Sudah cukup. Axele memilih berbalik dan hendak pergi. Namun, perkataan orang asing kembali mengusiknya. "Ingatlah kata-kataku ini, Raja. Kau terlalu sombong dengan segala kepemilikanmu. Anakmu. Dia akan meneruskan kembali garis keturunan kerajaan ini. Dan, sayangnya dia mendapat kesialan dalam hidupnya karena memiliki orang tua sepertimu."   Tak ingin mendengar hal lebih, Axele pun langsung pergi dari tempat itu diiringi dengan suara teriakan keras dari orang yang berani-beraninya mengatakan hal buruk tentang dirinya. Pintu kamar terbuka, Bella sedikit terkejut. Wanita ini sedang duduk santai di atas tempat tidur dengan sebuah buku penuh gambar-gambar di dalamnya. Wanita ini mengernyit tatkala melihat raut wajah sang suami yang tak bersahabat. Axele mendekati Bella. Kemudian dia mencium kening sang istri dengan dalam seperti sedang mencoba menyalurkan amarah sekaligus kekesalannya. "Ada apa?" tanya sang istri. Wanita ini meletakkan buku yang ia lihat tadi di meja kecil yang tepat berada di sebelahnya. "Ada tikus kecil yang menghalangi jalanku," jawabnya. Bella tahu maksud dari perkataan suaminya ini. "Seberapa keras dia membuat suamiku kesal? Ini pertama kalinya kamu terlihat seperti ini," ujar Bella mengusap lembut pipi kiri sang suami yang ditumbuhi rambut tipis dan kecil di sana. Axele berkali-kali mengembuskan napasnya. Kemudian pria ini beralih kepada perut Bella yang sedikit membesar. Kehamilan seorang vampir sepertinya jauh lebih cepat dibandingkan makhluk lain. Diciumnya perut itu. "Bagaimana dia? Apakah dia kembali membuatmu lelah?" tanya pria ini. Beberapa hari ini Bella mengeluh jika anak yang ada di dalam perutnya terlihat rewel di mana Bella sering bolak-balik kamar mandi. "Hari ini sudah tidak lagi, Sayang. Sepertinya dia mengerti jika sang ibu sudah lelah dengan segala tingkahnya di dalam sana. Oh iya, pagi ini dia menendang lagi," ungkap Bella. "Benarkah?" Wanita itu mengangguk. Axele mendekatkan telinganya ke perut sang istri. Ia mendengar detak di sana. Anaknya pasti sedang tidur sekarang. Ia sudah tak sabar melihat anaknya itu lahir dan segera tahu dia laki-laki atau perempuan. "Axel, aku mendengar jika Frey juga hamil. Apakah itu benar?" tanya Bella. Ia mendengar hal ini dari Felis kemarin. "Aku dengar begitu," jawab Axele, “tetapi sepertinya Luc sibuk hingga dia tidak memberikan kabar kepada kita.” “Kamu juga sama. Kita sendiri sudah lama tidak mengunjungi kerajaan werewolf. Apakah kamu tidak berniat untuk ke sana?” tanya Bella. “Meskipun mereka sudah kehilangan anak sebelumnya, tetapi keduanya diberi kesempatan lagi, Axel. Itu benar-benar sebuah anugrah yang baik." "Kamu benar. Aku akan melakukan kunjungan ke sana jika tidak sibuk. Dan nanti jika anak kita dan anak mereka lahir, keduanya bisa meneruskan pertemanan kedua orang tua mereka. Bukankah ini terdengar baik, Sayang?" Bella setuju. "Bagaimana dengan Reynart? Apakah dia masih terus sendirian?" tanya Bella. Untuk satu temannya itu Axele tak memiliki jawaban apa pun. Karena Reynart yang tertutup dan tak banyak bicara. "Bangsa wizard memang sangat lama untuk menemukan belahan jiwa mereka. Seperti yang kamu tau, Bella. Mereka tidak bisa merasakan ikatan itu secara langsung, contohnya dirimu. Jadi, harus mate merekalah yang menemukan mereka." "Tapi ... bagaimana jika mate nya berasal dari bangsa wizard juga? Bagaimana keduanya bisa merasakan ikatan itu?" tanya Bella lebih lanjut. "Jika hal itu terjadi, maka mereka berdua akan langsung merasakannya." "Jadi ... apa mungkin mate Reynart bukan dari bangsa wizard?" tanya Bella. "Bisa iya dan bisa tidak. Bisa jadi mate nya belum lahir ke dunia ini," jelas Axele lagi. "Oh iya, aku belum tau. Kira-kira kamu umur berapa?" tanya Bella. Semenjak mereka bersama, ia belum mengetahui perihal umur pria yang ia nikahi. "Jangan terkejut. Aku berumur lebih dari 250 tahun," ungkap Axele yang mengundang pelototan dari sang istri. Ekspresi yang lucu pikirnya. "Sudahlah, jangan membicarakan umur, itu tidak penting sekarang. Yang terpenting adalah kita selalu bersama. Bella mengangguk setuju. Bella sedikit terkejut jika matenya setua itu, tapi Axele tetaplah pria yang tampan. *** “Sudah siap?” tanya Luc kepada Owen dan Agata. Hari ini Luc mengajak kedua keponakannya untuk mengunjungi kerajaan vampir. Selain untuk membangun kembali hubungan, Luc ingin memberitahu kabar mengenai kehamilan Frey. Sangat disayangkan dia baru bisa sekarang ke sana karena sebelumnya dia benar-benar sibuk membantu Kennard mengurus beberapa masalah di kerajaan. Kali ini Crush mau berubah karena Agata ikut, jadi sang adik akan naik ke punggung wolf Owen itu. Luc yang melihat perubahan dalam diri Owen pun merasa takjub. Warna wolf Owen benar-benar sangat indah. Bulunya seputih salju, ini sama seperti rambut milik Owen itu. “Wow. Ini benar-benar menakjubkan, Crush,” puji Luc yang belum berganti shift dengan Ben. “Iya, Paman. Bulu Crush benar-benar lembut, ini membuat Agata betah untuk di dekatnya,” sahut Agata kala itu. Luc pun mengangguk. Tanpa berlama-lama, pria ini pun segera berganti shift dengan Ben. Luc memimpin perjalanan mereka diikuti oleh Owen di belakagnya. Agata sendiri memang jarang berganti shift dengan sang wolf karena wolf Agata sebenarnya cukup lemah. Dan yang mengetahui hal tersebut hanyalah Owen seorang. Dari sini juga Luc memantau perkembangan wolf Owen. Menurutnya Crush cukup tangguh dan gagah tentu saja. Luc jadi berpikir jika kekuatan Owen berada pada wolf nya. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di gerbang istana. Axele yang mendengar kedatangan Luc pun cukup terkejut. Dia langsung menyambut temannya itu. Dan sedikit mengernyit ketika kali ini Luc membawa dua keponakannya tanpa sosok Frey. “Selamat pagi, Raja,” sapa Luc pertama kali. Axele memutar bola matanya malas ketika Luc kembali menggodanya. “Jangan menggodaku,” ucap Axele dengan dingin. Luc pun tertawa. Dia senang akhirnya bisa menggoda sang sahabat lagi. Pasti jika ada Reynart di sini, sahabatnya itu akan jengah melihat perdebatan Axele dan Luc. “Ayo masuklah,” ajak Axele tanpa berlama-lama. Luc dan dua keponakannya pun masuk ke dalam ditemani oleh Axele. “Sudah lama sekali kau tidak datang ke mari. Ternyata masih memiliki ingatan juga untuk ke sini,” sindir Axele terang-terangan. Luc pun tertawa mendengar sindiran tersebut. Sedangkan Owen tampak menyimak obrolan kedua sahabat ini yang sudah dia dengar banyak dari Luc. “Tentu saja. Di mana Bella? Aku tidak melihatnya,” tanya Luc yang tak melihat sosok ratu. “Dia akan ke sini sebentar lagi. Duduklah.” Luc, Agata, dan Owen duduk di kursi masing-masing. Kemudian muncul para maid yang membawa hidangan untuk mereka. “Ah, aku merindukan puding buatan Bibi,” keluh Luc yang tak menemukan makanan favoritnya di kerajaan vampir itu. “Ibu dan ayahku sudah lama tidak tinggal di sini. Dan ya, kau minta buatkan saja kepada istrimu puding, kenapa selalu meminta kepada ibuku? Dasar.” Owen bisa menyimpulkan jika pertemanan Luc dan Axele benar-benar seru. Meskipun ada perdebatan, tetapi itu membuat suasana menjadi berwarna. “Haha. Puding Bibi adalah yang terbaik.” Kemudian obrolan mereka terhentik ketika Bella datang ke tempat itu. “Wah, apa yang kamu bawa di depan tubuhmu itu, Bella?” tanya Luc bermaksud kembali bercanda. Bella pun hanya tertawa. “Itu anakku, bodoh,” sahut Axele kesal. Luc pun semakin terhibur ketika berhasil mengundang kemarahan sahabatnya. “Oh, aku kira bola,” sahut Luc dengan cekikikan. “Luc. Ke mana Frey?” tanya Bella ketika sudah duduk di sebelah sang mate. “Dia di kerajaan. Aku tidak berani membawanya dalam keadaan hamil. Oh iya, aku membawa Agata dan Owen ke sini untuk bertemu kalian. Ini adalah kali pertama aku mengenalkan mereka kepada kalian.” Atensi Axele dan Bella pun beralih kepada keduanya anak Kennard dan Alice itu. “Selamat datang di kerajaan kami Pangeran, Putri,” sapa Bella. Owen dan Agata tampak mengangguk. “Jadi … apa yang membuat kau pada akhirnya datang ke sini lagi?” tanya Axele to the point. Luc tertawa, dia menenggak minumannya sebentar. “Hanya ingin temu kangen saja sekaligus memberi kabar jika Frey sudah hamil. Aku rasa kalian sudah mendengar ini,” jawab Luc. Dia sebenarnya sudah mengirim pesan kepada Axele. Tapi, rasanya dia harus menyampaikan berita kehamilan Frey secara langsung sekarang. “Ya, kami sudah menerima surat itu. Padahal aku berencana akan berkunjung ke sana sekaligus melihat keadaan Reynart,” balas Axele. “Reynart? Aku juga ingin membicarakan dia kepada kalian. Reynart tidak pernah berkunjung ke sini lagi?” tanya Luc. Sejujurnya dia khawatir dengan satu sahabatnya itu. Baik Axele dan Bella pun sama-sama menggeleng. “Tidak.” “Ini aneh. Dia juga tidak ke tempatku. Aku merasa kasihan dengannya.” “Lebih baik kita mengunjunginya, Luc. Rasanya tidak baik mengabaikan teman sendiri,” sahut Axele yang disetujui oleh Luc. “Ah iya, terakhir aku bertemu dengan Agata dan Owen adalah di pesta perayaan itu. Bagaimana mengenai masalah dengan kerajaan wizard? Apakah sudah selesai?” Luc melirik Owen, merasa tak enak hati diingatkan perihal hal tersebut. Mengetahui atmosfer yang berbeda ini, Bella pun menegur Axele. “Apa yang kamu tanyakan? Mereka tamu kita, tidak baik menanyakan hal seperti ini,” ujar Bella memecah suasana. “Agata, Owen, kalian pasti lelah setelah perjalanan, kan? bagaimana jika kita pindah ke meja makan? Bibi pastikan kalian akan suka dengan makanan di sini,” ucap Bella dengan ramah kepada keduanya. “Bibi Bella benar. Paman sangat suka dengan makanan di kerajaan vampir. Bahkan dulu Paman sering ke sini.” “Itu karena kau ingin makan gratisan,” cibir Axele yang berhasil mengundang tawa semua orang. Setelah kepergian Bella bersama kedua anak Kennard itu, barulah Axele dan Luc bisa berbicara lebih serius. “Apa yang terjadi?” tanya Axele. Pertanyaannya masih sama dengan tadi. Luc pun mengembuskan napas beratnya. “Wizard Berta mengatakan jika Owen tidak memiliki mate sejati. Wolf nya mengenali orang lain sebagai mate hanya jika orang itu sudah kehilangan mate nya. Kau pasti tau mengenai mate Putri Iris, kan?” Axele mengangguk. “Tapi … kenapa keburukan ini bisa terjadi kepadanya?” “Itu karena rambut itu. Rambut putihnya benar-benar berpengaruh kepada hidupnya,” jelas Luc. “Benar-benar tak beruntung,” kata Axele yang diangguki oleh Luc. --- Masih pada bertahan di cerita ini gak? Jangan lupa love dan komennya ya. Aku tunggu. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD