Hari keberangkatan Owen, Kennard dan Luc pun tiba. Ketiganya di antara ke depan oleh Alice, Frey, dan Agata.
“Kak, Agata. Tolong jaga Frey sebentar selagi aku tidak ada,” pinta Luc yang diangguki oleh Alice dan Agata.
“Jaga kerajaan. Aku akan pulang secepatnya,” ucap Kennard kepada sang istri.
“Kak Owen. Nanti saat pulang bawakan aku bunga lili ya?” pinta Agata kepada Owen kala itu. Owen pun hanya bisa mengangguk meskipun dia tidak tahu di mana akan mendapatkan bunga tersebut.
Setelahnya, ketiga laki-laki ini pun berangkat. Para wanita kembali masuk ke dalam kerajaan. “Bagaimana keadaanmu pagi ini, Frey? Semalam tidur nyenyak, kan?” tanya Alice.
Frey mengangguk. “Iya, Kak. Semalam Luc menjagaku. Mungkin karena terlalu senang, dia malah keasyikan mengusap perutku hingga akhirnya aku ketiduran,” kata Frey dengan sedikit kekehannya.
“Bibi. Agata ambilkan buah-buahan ya?” tawar gadis itu. Frey pun mengangguk dan Agata langsung pergi menuju ke dapur. Melihat betapa perhatiannya Agata kepada Frey membuat Alice lega.
“Agata sudah tumbuh dengan baik, Kak. Frey dan Luc sangat menyukai gadis itu,” ungkap Frey setelah kepergian keponakannya.
Alice mengangguk. “Kamu benar, Frey. Tapi, aku masih merasa sedikit jauh dari mereka. Apakah ada yang salah dalam diriku?” tanya Alice dengan ekspresi wajah sedikit sedih.
“Kak Alice jangan berpikiran seperti itu. Mereka masih butuh penyesuaian. Kak Alice lebih banyakin waktu bersama mereka. Mungkin itu bisa membuat hubungan kalian menjadi dekat,” saran Frey.
Alice tersenyum kecut. Bahkan Frey jauh lebih dekat dengan anak-anaknya. Apakah ini sebuah balasan karena dulu Alice dan Kennard menjauhkan diri dari anak mereka?
“Kak,” panggil Frey sembari menyentuh punggung tangan kakaknya itu. “Kak Alice jangan berpikiran buruk mengenai ini. Agata perhatian kepadaku mungkin karena dia senang sebentar lagi memiliki adik. Jauh di dalam hatinya, dia juga menyayangi Kaka Kennard dan Kak Alice.” Jujur, Frey takut menyakiti hati wanita ini.
“Apa yang kamu katakan, Frey. Agata dekat denganmu saja itu sudah membuatku bahagia. Terima kasih, ya. Setidaknya dia jauh lebih terbuka dibandingkan saat pertama kali pulang. Itu sudah jauh lebih cukup untukku.”
Kembali ke Kennard, Owen, dan Luc. Mereka pergi dalam wujud wolf. Sebenarnya hanya Kennard dan Luc karena Owen mengatakan jika Crush tidak ingin berubah saat ini. Luc pun menyarankan Owen untuk naik ke punggung wolf milik Kennard, akan tetapi pemuda itu menolak dengan jelas dan mengatakan jika akan naik ke punggung Ben, yakni wolf Luc.
Kennard yang melihat penolakan itu merasa biasa saja, sedangkan wolf nya malah sakit hati. Wolf Kennard pun akhirnya pergi duluan meninggalkan Owen dan Ben. Luc yang melihat sang kakak pun hanya bisa mengembuskan napas berat. Kakaknya itu benar-benar memiliki ego yang tinggi.
Setelah menempuh perjalanan dan menuju ke perbatasan, mereka pun kembali ke wujud manusia lagi. Dan di perbatasan itu Owen kembali bertemu pria yang waktu itu mencegahnya masuk. Tetapi karena mereka bersama dengan Kennard, jadi tidak perlu ada penanyaan identitas. Dari sini rombongan Kennard berjalan kaki menuju ke kerajaan wizard.
Saat sampai di depan gerbang kerajaan, mereka langsung dibawa masuk oleh salah satu penjaga. Raja wizard yang mendengar jika Kennard akan datang pun langsung menyambut rombongan ini. Tentu saja ada Ratu dan Putri Iris juga.
“Selamat datang, Raja. Mari masuk, kami sudah siapkan jamuan,” ucap sang raja. Rombongan Kennard pun langsung dibawa masuk ke kerajaan yang didominasi warna biru dan silver. Owen yang memang baru pertama kali masuk ke sana pun tampak takjub dengan beberapa hiasan yang tampak memanjakan mata.
Kemudian mereka dibawa ke sebuah tempat pertemuan. Selain luas, tempat ini juga tampak diominasi barang-barang berwarna biru muda. Warna yang cukup segar masuk ke mata. Kennard dan yang lain duduk di kursi masing-masing. Kemudian raja wizard tampak menepuk kedua tangannya satu kali. Dan sekejap mata makanan terhidang di depan mereka. Tentu saja makanan pencuci mulut karena ini bukan meja makan yang terdapat makan berat.
Ketiga orang ini tampak tak terkejut karena hal itu sudah biasa dilakukan oleh para wizard. Untuk itu pasti di sini minim maid karena mereka bisa melakukan segalanya dengan sihir kecil.
“Mari kita bicara sembari menikmati makanan yang ada,” kata sang raja.
Kennard pun berdeham sebelum memulai obrolan. “Sebelumnya saya minta maaf karena tidak hadir dalam perayaan pernikahan Anda, Raja. Tapi, saya sudah kirimkan beberapa hadiah sebagai ucapan selamat sekaligus permintaan maaf dari kerajaan werewolf,” ungkap Kennard. Rencana awalnya dia dan Alice akan pergi ke perayaan, tapi itu ia urungkan karena masalah ini.
“Tidak apa-apa, Raja. Saya paham betul dengan kesibukan Anda. Dan ya, kami sudah menerima hadiah itu, terima kasih banyak.”
Kennard bernapas lega. “Kedatangan kami ke sini untuk meluruskan mengenai Pangeran dan Putri Iris, Raja. Jika berkenan, tolong ijinkan Pangeran untuk menjelaskannya.”
Raja wizard mengangguk, dia mempersilakan Owen untuk bicara. Kini seluruh pasang mata orang di meja itu benar-benar tertuju kepada Owen. Gugup? Tentu saja tidak.
“Sebelumnya permintaan maaf saya katakan dengan besar kepada Putri Iris,” ujar Owen menatap wanita yang ia kira seorang gadis itu. “Maaf karena sudah mencoba masuk ke dalam hidup Anda, Putri. Wolf saya dan saya sendiri telah salah mengenali Anda. Maaf untuk kekeliruan ini. Dan maaf juga karena perkataan saya saat itu mungkin sudah melukai hati Anda. Saya sudah mendengar apa yang terjadi dengan mate Anda. Saya turut bersedih dengan hal itu,” imbuh Owen.
Raja wizard yang mendengarnya pun bingung. “Kami sudah bicara dengan Wizard Berta, Raja. Dan Wizard Berta mengatakan jika Owen telah salah mengenali mate nya. Dan itu di benarkan oleh wolf Owen juga yang mengatakan jika aroma yang ia cium waktu itu tidaklah begitu kuat,” sela Kennard. Karena penjelasan lebih dari Kennard ini sepertinya membuat semua orang percaya.
“Baiklah. Jadi, sekarang bisa dipastikan jika Pangeran dan Putri bukanlah pasangan mate,” tutur sang raja. “Jika begini berarti semuanya sudah jelas.”
“Iya, Raja. Saya benar-benar minta maaf untuk kesalahan ini. Jika dibolehkan, saya pribadi ingin membangun hubungan pertemanan dengan Putri Iris. Itu pun jika beliau tidak menolak,” ucap Owen yang membuat Kennard dan Luc mengernyit.
Owen melirik sang paman. Luc yang mengetahui arti tatapan itu pun akhirnya paham dan mengangguk. Melihat interaksi Owen dan Luc membuat Kennard tak mengerti apa pun. Dia benar-benar seolah-olah jauh dari anaknya sendiri.
“Bagaimana, Putri?” tanya raja wizard kepada anaknya.
“Saya menerima pertemanan Anda, Pangeran,” jawab Putri Iris dengan mantab.
“Saya senang sekali hubungan kerajaan kita semakin erat, Raja. Semoga ke depannya kita bisa saling membantu,” ucap raja wizard kepada Kennard yang disambut baik oleh pria ini.
***
Kennard dan rombongannya kembali ke kerajaan menjelang sore hari. Owen sepertinya benar-benar membangun pertemanan dengan Putri Iris di mana wanita itu tampak mengajak Owen berkeliling kerajaannya. Owen juga merasa senang berada di kerajaan wizard yang menurutnya benar-benar indah.
Sesampainya di kerajaan, Kennard langsung meminta Luc untuk menemuinya di ruangan. Luc pun meminta Owen untuk menyerahkan bunga titipan Agata tadi.
“Langsung saja, Luc. Apa yang sedang kau dan Owen rencanakan tadi?” tanya Kennard tanpa berbasa-basi. Luc yang mendengar pertanyaan itu pun mengernyit bingung.
“Rencana? Tidak ada rencana apa pun, Kak,” jawab Luc apa adanya.
“Tidak mungkin. Owen mengajukan pertemanan terbuka kepada Putri Iris. Itu berbeda sekali dengan karakter yang ia buat. Dan tadi aku melihat kalian berdua sempat bersinggungan mata.”
Luc pun terkekeh melihat betapa emosional dan curiganya sang kakak. “Kak Kennard telah salah paham. Owen hanya melakukan saran yang aku buat. Kemarin aku menyarankan dia untuk terbuka, membangun pertemanan dengan orang lain. Sepertinya dia melakukan itu kepada Putri Iris,” ungkap Luc yang tentu saja tak langsung Kennard percayai. Karena sesungguhnya mustahil bagi Owen yang mau mendengarkan saran orang lain.
“Jangang terkejut, Kak. Es pun bisa mencair ketika terkena panas. Batu juga bisa terkikis jika terkena air terus menerus. Begitu juga dengan sikap dinginnya. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Owen sadar jika dia harus menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya.”
Kennard terdiam, seharusnya dia tersadar jika Luc jauh lebih dekat dengan anaknya. “Aku hanya ingin membuat dia nyaman di sini, Kak. Aku tidak ingin membuat dia merasa jauh dan tak diinginkan di keluarganya sendiri. Jika Kak Kennard merasa tindakanku ini salah, maaf, sepertinya aku akan tetap melakukannya.”
Luc pun berdiri, dia kembali meninggalkan Kennard yang hanya diam tak berkutik. Luc berjalan dengan rasa puas di hatinya. Dia sengaja mengatakan itu agar Kennard cepat sadar dari keegoisannya. Luc pun langsung berbelok ke kamar untuk menemui Frey.
“Terima kasih, Kak,” pekik Agata yang tampak senang ketika Owen benar-benar membawakan titipannya. Owen pun juga ikut senang melihat sang adik. “Kak Owen, Ayah, dan Paman jalan-jalan ke mana saja tadi? Pasti seru,” tanya gadis itu.
Owen terkekeh. “Kita hanya ke kerajaan wizard, Agata. Dan bunga itu tumbuh di dalam kerajaan. Kebetulan sekali tadi Kakak diajak berkeliling oleh Putri Iris, dan dia memberikan bunga ini.”
“Wah, dia baik sekali. Tapi … tunggu dulu. Kak Owen diajak berkeliling oleh Putri Iris. Ini …”
Seperti Kennard yang tak percaya, Agata pun juga sepertinya tidak percaya jika Owen mau menjalin pertemanan dengan orang lain. “Apa yang kamu pikirkan? Kakak dan Putri Iris hanya berteman.”
“Tapi … ini bukan seperti Kak Owen. Kenapa?”
Agata masih tak percaya saja di sana. Owen memaklumi itu. “Kakak hanya ingin. Paman Luc memberi banyak pelajaran kepada Kakak kemarin. Dan Kakak sendiri sudah sadar sekarang. Kita tidak bisa hidup sendirian terus menerus. Dan hubungan pertemanan adalah jalan satu-satunya yang harus Kakak tempuh untuk menutupi kekurangan ini, Agata.”
Gadis di depan Owen itu pun tersenyum. “Aku rasa Paman Luc dan Bibi Frey benar-benar mengubah kita, Kak. Agata sendiri merasa senang ketika bersama dengan Bibi. Dia benar-benar wanita yang baik. Dan dia juga akan memberikan kita adik sebentar lagi,” ujar Agata dengan riang.
“Kamu benar, Agata. Entah kenapa kita lebih dekat dengan Paman dan Bibi dibandingkan orang tua kita sendiri.”
Agata pun terdiam, tak tahu harus bereaksi apa. Perkataan Owen ini seperti sebuah fakta yang tepat bagi mereka. Kennard dan Alice seperti sulit dijangkau meski memiliki hubungan darah dengan mereka.
***
“Ada apa?” tanya Kennard langsung ketika Alice menyuruhnya untuk segera ke kamar.
“Tidak ada. Bagaimana dengan kunjungan tadi?” tanya Alice.
Kennard duduk tepat di sebelah istrinya itu. “Semua baik. Kerajaan wizard percaya dengan perkataan Owen dan diriku,” jelas pria itu yang diangguki oleh Alice. Akan tetapi Kennard tahu bila ada yang tidak beres dengan mate nya ini. “Ada apa, Alice? Kenapa wajahmu terlihat murung?” tanya Kennard selanjutnya.
Alice yang tak bisa mencari alasan lain pun hanya bisa mengembuskan napas berat di sana. “Apakah kamu tidak berpikir jika anak-anak lebih dekat dengan Luc dan Frey?” tutur wanita ini. Kennard terdiam, itu memang yang dia pikirkan sejak tadi. “Aku bukannya tidak suku, Ken. Aku hanya merasa iri ketika anak-anakku dekat dengan orang lain di bandingkan dengan diriku. Ini membuatku merasa gagal menjadi orang tua,” imbuh Alice dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Kennard sebisa mungkin menenangkan sang mate. “Hari ini Owen mengajukan pertemanan langsung kepada Putri Iris,” ungkap Kennard yang membuat Alice terkejut. “Itu semua karena dia mendengarkan saran dari Luc kemarin,” imbuhnya. Alice pun kembali bersedih. Anak-anaknya benar-benar sangat jauh dari mereka.