Galih Aku masih ada di Bandung beberapa hari kedepan mungkin sampai seminggu. Gpp kan? Okeh, pesan itu sudah k****a lebih dari tujuh belas kali. Namun belum ada niatanku untuk membalasnya. "Dari tadi mandeng hape terus. Gak dibales?" Hahh, terimakasih Mas Riyan, sudah menyadarkanku. "Bingung mau bales apa, Mas." jawabku. "Ya apa kek." ucapnya sambil mengangkat bahu. Hahh, aku paling malas kalau ada yang mencampuri hubungan pribadiku. Baiklah Numa, mari alihkan topik pembicaraan ini, "Kuliahmu gimana, Mas?" heum... Rasakanlah duhai Mas Riyan. "Biasa aja, gak gimana-gimana." Heum, benarkah? "Gimana dengan S.K.R.I.P.S.I?" Dan kemudian tubuhnya berjengit pelan. Well, you have been slain an enemy. Good job, Num. "Baru bab satu. Udahlah, aku tuh kesini meh liburan. Ndak usah mbo

