Setelah bermacet ria bersama Scoopy merah punya Mbak Syila. Akhirnya aku tiba dirumah menjelang maghrib. Tentunya dengan rasa dongkol dihati. Bagaimana tidak, tadi ada yang dengan seenaknya menyerobot jalan orang, hingga ada yang ngebut-ngebutan. Tapi untungnya aku bisa sampai dirumah dengan selamat, sehat wal 'afiat, hanya nambah dekil nan kuyu. Begitu masuk gerbang rumah, aku sudah disuguhi pemandangan Mas Ilham sedang momong Rizal. "Assalamu--" "Jadi, mau curhat apa?" kata Mas Ilham memotong ucapan salamku. "Ish, orang baru mau ngomong salam juga." "Ya udah, ulang dari ucap salam." kata Mas Ilham sambil membersihkan Rizal yang ngeces. Aku tarik napas, lalu kukeluarkan perlahan. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." tentunya dengan gaya khas dai cilik.

