Berbagi

1079 Words

Azza tersenyum masam. Sepanjang pelajaran hanya dihabiskan olehnya untuk menghela napas panjang. Ila yang berada di sampingnya sampai risih mendengarnya. Ila jelas tidak terbiasa dengan kebiasaan Azza yang seperti itu. Sebenarnya, malah Azza bukan jenis orang yang suka mengeluh dengan helaan napas berulang-ulang. Dia biasanya hanya diam, menyimpan semuanya sendiri. Sebenarnya, Ila ingin sekali bertanya, tapi urung karena lagi-lagi, menghargai privasi orang adalah prinsipnya. Ila baru berani bicara ketika jam istirahat berlangsung, selain karena memang mereka sebenarnya terlibat lomba yang sama hanya dalam kategori yang berbeda. Saat Ila mengatakan soal lomba, Azza jadi teringat dengan pernyataan Dimas waktu itu. Pemuda super dingin itu mengakui dengan gamblang di hadapannya dan juga teman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD