"ting...ting, alessa besok kamu jadi pulang kan nak, ibu sama ayah akan jemput kamu habis itu kita kerumah om aris dulu ya karena kemarin dia syukuran kita ngga bisa dateng". suara ibu alessa dari telepon.
"iya bu, besok alessa sampainya jam 1 siang ya, ibu sama ayah hati-hati see u ibu cantikku" balas alessa sambil senyum sumringah dan menoleh ke sudut kamarnya dimana dia sudah membereskan semua barang-barang untuk pulang besok.
Malamnnya alessa dan diana prgi ke salah satu pusat oleh-oleh untuk membeli beberapa item untuk dibawa alessa pulang, namun dia melihat ke suatu tempat dimana ada makanan kesukaan reo. dia teringat akan reo yang sangat suka dengan makanan itu entah mengapa alessa langsung membeliya tanpa pikir panjang lagi.
"kang yang keju coklat 1 kotak yah di kasih packing yang beda dari belanjaan saya"
Usai berbelanja alessa menitipkan kunci kamar kost cadangan ke diana untuk sesekali melihat kamar kostnya karena takut jika kamarnya terbengkalai selama dia pulang ke jakarta, karena alessa libur cukup lama yaitu 3 bulan lamanya.
"di, gua titip kost ya kalo ada apa-apa kabarin aja".
"iya santai aja, nanti aku liat kok".
Pagi itu alessa bangun pagi untuk segera bersiap-siap ke bandara namun ada notif dari ponselnya yang mengejutkannya.
"aku jemput kamu di bandara ya sayang, kamu hati-hati bye"
pesan dari Reo yang membuat dia syok dan kaget mengapa reo tahu dia akan balik ke jakarta, bahkan dia belum berharap bertemu dengannya. setelah tiba di bandara alessa makan dulu di salah satu restaurant sambil menunggu peswatnya on board setelah iu ada panggilan bahwa pesawa yang dia tumpangi akan segera berangkat menuju jakarta. alessa masuk ke dalam dengan memakai earphone kesayangannyya dan memutar musik yang sedang relate dengan hubungannya.
"alessa, sini aku bantuin,"
"eeee..iiiyaaa, ini makasi"
reo membawa barang alessa menuju parkiran mobil , alessa tetap bingung mengapa bukan ayah dan ibunya yang jemput dia.
"sayang, kita makan dulu ya, kamu pasti laper kita makan di tempat yang dulu kita sering makan ya"
"mmm iya"
alessa tetap berasa kaku karena dia anggap sikap reo hanyalah main-main kepadanya, setelah kejadian di bandung alessa tidak bisa bersikap hangat lagi kepada reo selama perjalanan alessa tetap memilih banyak diam bahkan dia tidak menjawb pertanyaan-pertanyaan reo yang menurutnya itu lelucon.
"kamu mau makan disini aja apa kita take away ajaa"
"terserah kamu aja, aku ngga laper kalo kamu mau makan aku tunggu di mobil"
reo yang mendengar itu langsung memutar mobilnya dan melaju kencang untuk mengantar alessa pulang. sesampai dirumah alessa bahkan reo hanya mengeluarkan barang alessa dan mengantar sampai depan rumah, selepas itu dia memilih berpamitan karena sikap alessa yang mebuatnnya kecewa.
"ini barang kamu, kamu istirahat, aku balik dulu"
alessa membuka pintu rumahnya dan segera masuk tanpa memperdulikan reo.
"hiksss...hikssss, re kenapa kamu egois sekali, kamu bahkan belum cerita apa-apa ke aku tentang kejadian malam itu di bandung hiksss hiksss, sekarang sikapku yang dingin buat kamu bete seolah-olah kamu yang tersakiti,hiks hiksssssss"
tangis alessa pecah saat masuk ke dalam kamar, dia merasa bahwa ego reo yang besar selalu diutamakan.
"ting..ting, sa demi apa kebetulan banget lo di jakarta, kita ada reunian besok lu harus datang gue sharelock"
pesan dari sahabat kesanyangannya alessa melsil yang tidak pernah ketinggalan update apapun itu sisi lain alessa seneng tapi dia ingat lagi kalau reo pasti ada di acara itu, tapi dengan mantap alessa ikut karena dia sangat rindu kepada teman teman sma nya terlebih lagi kedua sahabatnya melsil dan lina.
"alessa, yaampun lo makin cantik aja pasti gegara kebanyakan makan seblak yah disana, atau keba...
"kebanyakan apa, hah? lo ada ada aja di mel" balas lina yang melihat melsil kebanyakan tanya terhadap alessa sahabatnya itu.
"engga si gaes ini cuma karna udah jarang ketemu aja, gua masih biasa kok" balas alessa sambil nunjukin wajahnya ke sahabatnya itu. "idihhh sipaling iye deh lu" celetus melsil dengan bibir manyunnya itu.
"acara akan kita mulai gaes dengan game yang sudah ada di tangan masing-masing, buka kertas yang kalian tadi ambil pertama sebelum masuk ke acara ini" semua sontak kaget ternyata ada gulungan kertas yang mereka ambil di meja depan sebelum masuk, ternyata kertas itulah clue dari game mereka.
"oke kita akan tunjuk saah satu dari kita semua untuk membacakan kertasnya, ya 1....2.....3.... lina, coba kamu buka kertasnya isinya apa"? semua mata tertuju paa lina, lina pun membaca isi dari kertasnya
"coba sebutin guru yang menurut lo,gaje di sekolah " semua pada penasaran jawabn elin, elin pun menjawab dengan lantang seolah-olah memerankan guru tersebut semua tertawa pada acara itu.
"selanjutnya ke peserta lainnya yitu alessa, mari kita lihat isi kertas alessa"
"coba lu sebutin pacar terakhirlu di sekolah" alessa membaca isi kertasnya dengan terbata-bata. semua mata tertuju pada alessa bahkan beberapa murid saling berbicara seolah-olah tahu alessa masih pacaran dengan reo.
berbeda dengan temannya yang lain reo dengan lantang dan santai berjalan menuju pembawa acara dan mengambil mic. "sebagai seorang pria sejati, gua jawab kalo gua pacarnya alessa sampai sekarang iya kan sayang?" jawab reo dengan mata tertuju ke laessa semua peserta acara itu ikut teriak kaya konser gelora bung karno "woooooooooooo" alessa yang berada tidak jauh dari tempat reo hanya diam dan gugup.
"wih ada yang sayang-sayang nih aduhhh" ucap lina sambil melirik sahabatnya alessa
"emang lo lin, cuma jadi pengagum rahasia kak ekel doang dari kelas x" balas melsil sambil memutar bola matanya dengan gaya menggoda sahabatnya itu.
"kalian apaan si, reo tuh cuma berusaha buat gue biar bisa nerima dia lagi"
"what? nerima maksud lo apa? serentak melsil dan lina dengan bola mata yang hampir keluar.
"iya kalian belum tahu ceritanya, nanti aku ceritain pokoknya inti dari masalah ini, si reo yang datang ke bandung tanpa bilang ke gue, terus kita tuh ketemu di acara grand opening kafenya, lebih greget lagi dia ngundang temen-temennya yang dibandung yang dimana salah satu temennya tuh temen kampus gue". cerita alessa sahabatnya.
"what? terus lo tau acara itu darimana kalo lo ngga diundang? taya melsil bingung
"nah temen gua tu minta di temenin ke acara grand opening itu yaudah gua ikut, dan ternyata reo sama ian tuh kayanya temen lama atau apa gua ngga tau, karena gua udah kesel jadi gua ngga mau nanya apa-apa lagi, yang dimana gua kecewanya itu di grand opening itu reo didampingi sama cewe yang seumuran kita gitu"
"udah deh sa, reo keterlaluan ama lo" jawab lina kesal
"iya sa beraninya dia ngeduain lo" timpal melsil
"ehm..ehmm bisa pinjem sahabatnya dulu ngga girls gua mau me time ama alessa" timpal reo yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"eeehh, iya silahkan re, kita juga mo nyapa temen yang lain dulu" jawab melsil sambil narik tangan lina.
Malam itu, malam yang cukup panjang dilalui menurut alessa karena reo mengajaknya untuk berbicara dan menjelaskan semua kejadian malam itu, serta mengakui semua kesalahannya. Entah mengapa rasa kepercayaan alessa sudah tidak seperti dulu ke reo dia takut ekspektasinya terlalu jauh terhadap kekasihnya itu.