tidak disangka....

1010 Words
Enam bulan sudah berlalu, reo yang semakin sukses dengan bisnis restaurannya berkunjung ke Bandung karena bertemu dengan klien papanya namun kali ini berbeda reo yang dulu sweet dan care terhadap alessa kali ini dia tidak mengunjungi alessa bahkan dia 4 hari dibandung menghabiskan waktu tanpa menemui kekasihnya tersebut. atas nama reo.... sebut seorang pelayan salah satu coffe shop di bandung, saat reo mengambil coffenya ternyata dia berada di coffe shop yang sama dengan kekasihnya, alessa yang melihat reo pun diam sekujur tubuhnya kaku tak bergerak menatap laki-laki tinggi yang berjalan menuju meja yang tidak jauh darinya. Alessa yang tetap positive thinking hanya terdiam tidak tahu mau berbut apalagi dikarenakan diana yang buru-buru mau pulang alessa hanya mengikuti tarikan tangan diana di pergelangannya. Malam itu adalah malam dimana alessa yang di selimuti tanda tanya mengapa kekasihnya tidak mengabarinya apa reo melupakannya?. ...ting.ting Ponsel rea berbunyi namun tak lain lagi notif itu dari ian, laki-laki yang bahkan 24 jam selalu stay bersama alessa. "sa besok ikut aku ya temenin aku plis acara grand opening kafe temen aku ya plisssssss" pesan dari ian membuat alessa semakin bingung akan hidupnya, sisi lain kekasihnya yang masih membingungkan ada di bandung, dan sisi lain tidak enak menolak ian yang hanya minta bantuan kali ini. "boleh si tapi gua ga bisa lama ya, info jam berapa" alessa yang dengan terpaksa harus ikut demi ian. malam itu alessa tidur dengan rasa bingung di pikirannya. entah mengapa pagi itu alessa tidak ada semangat untuk melakukan aktivitasnya dia lebih banyak diam dari biasanya,temen baikna diana heran melihat tingkah laku temennya itu. "aduh kok diem ajasih, kalo ada cicilan bilang dong wkkwk" hibur diana untuk membangkitkan mood temennya itu, namun alessa hanya tersenyum tipis dan bergegas menuju kelas. sepulang dari kampus alessa segera bergegas mengganti pakaian untuk ikut ian menghadiri acara grand opening kafe sahabatnya tiba di kafe alessa merasa tidak asing dengan seorang laki-laki yang menggandeng wanita berparas cantik yang hampir seumuran dengannya. ya tak lain laki-laki itu adalah kekasihnya reo. "hei bro, selamat ya ga nyangka ajanih bos muda udah ada cabang kafe dimana-mana, eh btw kenalin dong calon lo diem diem aja bawa pedamping hehe" goda ian kepada laki-laki itu yang tak lain reo. "apaansi lu, ada ada aja " jawab reo alessa yang tepat dibelakang ian ikut maju sedikit memberi ucapan selamat kepada si pemilik kafe yang tidak lain kekasihnya sendiri, namun reo yang hanya bersikap biasa saja membalas ucapan selamat dari alessa, tanpa sepatah kata apapun tidak keluar dari mulut reo namun bisa dirasakan alessa bahwa dari kejauhan reo menatapnya sesekali namun alessa yang sudh terlanjur kecewa mencoba untuk mengikuti alur yang dimainkan oleh reo. malam itu berakhir dengan penuh kepura-puraan kedua orang itu. sebelum diantar pulang ke kost alessa ian mengajak alessa untuk mampir makan malam di nasi goreng kesukaannya, selepas itu alessan diantar pulang oleh ian. Namun ian mengajak alessa untuk mengobrol bahwa alessa malam ii cantik sekali namun alessa yang sudah muak dengan pertemuanya bersama kekasihnya reo dia hanya mengagguk terimakasih dan segera ke kost meninggalkan ian di depan. di balkon sebuah hotel bintang lima reo yang memikirkan kekasihnya merasa bersalah karena tidak menemui dan mengabari kekasihnya itu saat pergi ke bandung melainkan dia bersama wanita lain,namun apa daya reo wanita itu adalah anak dari klien papahnya yang merupakan sepupunya sendiri reo paham dengan perasaan alessa saat ini sehingga dia tidak tergesa-gesa untuk memberikan penjelasan terhadap kekasihnya itu. bukan memperbaiki tetapi reo barus pulang besok pagi di karenakan urusannya di bandung sudah selesai. jam 08:00 reo sudah berada di bandara tanpa menghubungi kekasihnya dia pulang begitu saja, berbeda dengan alessa yang bangun pagi dengan mata sembabnya dikarenakan tadi malam dia habis menangis dan kecewa karena perbuatan kekasihnya yang tanpa penjelasan apapun terhadap alessa, pagi itu alessa tidak ada kelas di kampus dikarenakan hari itu hari sabtu dia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar namun di kala alessa merasa sedih ian selalu ada di sisinyaa. "sa aku gofood'in kamu ayam geprek kesukaan kamu sama ada siomay juga ya itu bentar lagi drivernya sampe kost, itu sebagai tanda terimakasih gua, semalam lo udah mau nemenin gua" pesan dari ian yang membuat alessa tersenyum membuat dia lupa sejenak dengan kejadian tadi malam, alessa membala singkat pesan dari ian "makasi kang ian, besok beli sama gerobaknya ya hehe..." pesan singkat itu membuat ian tersenyum membacanya. Reo yang sudah sampai di rumah segera merebahkan tubuhnya di kasur tercintanya, dia seakan sudah bertahun-tahun tidak tidur di kamar itu membuat dia melepaskan lelah panjangnya, dia mencoba untuk menghubungi alessa namun reo takut jika alessa masih penuh dengan amarah dan emosi maka dia mengurungkan niatnya. Reo bergegas turun kebawah untuk makan malam karena malam ini dia mau keluar bertemu teman-temannya, saat reo membuka sosial media miliknya dia melihat update dari story alessa dimana lokasi foto itu adalah kafe reo sendiri saat grand opening malam itu. "ada dan tiada" caption singkat itu membuat reo penuh tanda tanya atas hidupnya karena dia bimbang dan merasa bersalah sekali atas kejadian itu. Reo memantapkan niatnya untuk menghubungi alessa tapi herannya bahwa alessa mengangkat telpon dari reo dengan sangat ramah dan sopan. "halo alessa kamu lagi apa? sibuk ngga kamu " "iya re kenapa aku ngga sibuk kok, ada hal penting apa kamu hubungin aku? "aku mau ngomong sama kamu sa tentang malam itu, semua ngga seperti yang kamu lihat" "aku kira ada hal penting re, ternyata membahas yal yang tidak penting, ngapain kamu bahas lewat telpon se enggak penting itukah aku saat dibandung kamu ngga sekalipun hubungin aku? terdengan suara alessa yang mulai menahan air mata tanpa sepatah kata apapun alessa mematikan telpon itu yang hanya membuat dia menangis lagi. reo merasa kesal dengan yang terjadi namun semuanya sulit untuk dijelaskan karna alessa sedang di landa emosi. Malam itu diana dan alessa ada jadwal nonton bersama dengan keadaan yang sedang buruk alessa berusaha untuk melupakan semuanya bahkan dia mau berusaha menutup ingatan apapun tentang reo, dia mencoba untuk melupakan perkataannya sebelum pergi kebandung dengan reo. karena baginya semua hanya akan membuatnya tersakiti karena tidak meyangka reo yang dulu manis dan care akan memberikan luka padanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD