Potongan Cerita

1544 Words

Pintu utama keluarga Praja terbuka, menampakkan tubuh lelah Areta, masuk dengan terseok bak orang yang tak lagi punya tenaga. Anze beserta ayah yang duduk di ruang tamu dengan televisi menyala, otomatis menoleh dengan cepat. Setidaknya mereka cukup heran melihat keadaan Areta yang biasañya gadis itu dipenuhi oleh energi berlebih. "Inget pulang juga, Ay. Kirain udah tinggal di rumah si calon," celetuk Anze tiba-tiba setelah alihkan pandangannya dari Areta ke ponsel pintarnya. Mendengar itu, Areta tolehkan kepala, dan kakinya dia paksa kembali untuk berjalan menuju Anze yang duduk di sofa panjang. Tidak marah atau tersinggung, Areta bahkan tidak terlalu mendengar apa yang baru saja Anze katakan padanya. Memberatkan beban di samping Anze, lalu menambah beban pada Anze dengan menyandarkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD