“Frans! Keluar kau! Kembalikan Luna padaku! Aku beri kamu waktu sepuluh menit, jika tidak, aku akan mendobrak pintu ini dengan caraku!” Suara Sean menggelegar di tengah kesunyian perumahan elite The Grand Estate. Pria itu berdiri di depan pagar besi hitam setinggi tiga meter yang membentengi kediaman Frans. Wajahnya yang biasanya tertata rapi kini tampak berantakan; dasinya longgar, rambutnya acak-acakkan, dan matanya merah padam oleh kemarahan sekaligus keputusasaan. Ia menghantamkan kepalan tangannya ke jeruji besi berkali-kali, mengabaikan rasa sakit yang menjalar di buku jarinya. Di dalam pikirannya hanya ada satu hal: Liana sedang sekarat di rumah sakit, dan satu-satunya kunci keselamatannya ada di balik dinding rumah rivalnya ini. Dua orang petugas keamanan yang berjaga di balik p

