Frans Kritis

1225 Words

“Amankan Tuan Sean! Cepat! Bawa dia ke helikopter medis sekarang juga!” ​Suara teriakan komandan marinir itu memebelah kekacauan di halaman mansion. Para prajurit marinir dengan sigap mengangkat tubuh Sean yang bersimbah darah. Wajah Sean yang pucat pasi dan napasnya yang putus-putus membuat suasana semakin tegang. Mereka tidak memedulikan lagi keberadaan Frans atau anak buahnya; prioritas mereka adalah menyelamatkan nyawa sang majikan yang juga atasan mereka. ​Di sisi lain, pemandangan tak kalah dramatis terjadi. Anak buah Frans berlarian mendekati pemimpin mereka yang masih menggenggam pisau lipat itu dengan jemari yang mulai mendingin. ​“Tuan Frans! Bertahanlah, Tuan!” teriak salah satu pengawal sambil menekan luka di perut Frans menggunakan kain bersih. ​Suara keributan di bawah, r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD