“Amankan Tuan Sean! Cepat! Bawa dia ke helikopter medis sekarang juga!” Suara teriakan komandan marinir itu memebelah kekacauan di halaman mansion. Para prajurit marinir dengan sigap mengangkat tubuh Sean yang bersimbah darah. Wajah Sean yang pucat pasi dan napasnya yang putus-putus membuat suasana semakin tegang. Mereka tidak memedulikan lagi keberadaan Frans atau anak buahnya; prioritas mereka adalah menyelamatkan nyawa sang majikan yang juga atasan mereka. Di sisi lain, pemandangan tak kalah dramatis terjadi. Anak buah Frans berlarian mendekati pemimpin mereka yang masih menggenggam pisau lipat itu dengan jemari yang mulai mendingin. “Tuan Frans! Bertahanlah, Tuan!” teriak salah satu pengawal sambil menekan luka di perut Frans menggunakan kain bersih. Suara keributan di bawah, r

