Duel Dua Lelaki

1021 Words

“Kau pikir kau bisa mengalahkanku, Frans? Meski aku hanyalah seorang dokter, tetapi aku adalah pemegang sabuk hitam!” Suara Sean meledak bersamaan dengan kepalan tangannya yang menghantam telak rahang kiri Frans. Pukulan itu datang mendadak, bahkan sebelum Frans benar-benar memasang kuda-kuda sempurna setelah kesepakatan mereka diucapkan. Frans tersungkur satu langkah ke samping, kepalanya tersentak hebat hingga ia bisa merasakan rasa anyir darah di dalam mulutnya. Sean tidak menunggu. Ia langsung menerjang lagi dengan emosi yang tidak stabil, mencoba memanfaatkan momentum kelemahan musuhnya. Namun, Frans bukanlah pria yang mudah ditumbangkan hanya dengan satu pukulan. Frans kembali berdiri seperti seorang predator yang baru saja dicakar. Ia menyeka darah segar yang mengalir di sudut bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD