War

1026 Words

"Pria di bar itu... apakah itu kamu?" Frans terdiam sejenak. Ia tidak langsung menjawab. Ia hanya mengelus jemari Luna yang gemetar, lalu mengecup telapak tangannya dengan sangat dalam. “Kamu tidak perlu mengingat siapa aku di masa lalu, Luna,” bisik Frans. “Cukup tahu bahwa bagiku, kamu adalah satu-satunya alasan kenapa aku masih ada disini. Biarkan aku membuktikan bahwa pria yang kau sebut suami itu adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu.” Luna terpaku. Namun sebelum dia berpikir lebih jauh, Frans bangkit dan mematikan lampu utama, menyisakan lampu tidur yang temaram. “Tidurlah. Aku akan menjagamu dari sini.” Luna memejamkan mata, namun pikirannya terus melayang pada malam tahun baru tiga tahun lalu. Pria asing itu ... mungkinkah itu Frans? Beberapa menit kemudian, terdengar suara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD