Kurebahkan tubuhku di pembaringan kamar kecil ini. Haydar dan Jasmine masih asyik bermain sambil sesekali mata mereka menatap layar televisi. Saat hati sedang gundah gulana, ruangan ini menjadi ruangan favoritku. Karena disini aku bisa bersantai sambil mengamati apa yang dilakukan anak-anakku. Menyadari kesalahanku barusan. Seharusnya aku tidak perlu secara gamblang terpancing emosi. Seharusnya aku bisa mengumbar pengkhianatannya setelah asset berada di tanganku. Semoga esok mendapatkan berita bagus dari Pak Sakti. Tanpa kusadari, ada sedikit kelegaan di dalam hatiku. Lega karena mampu mengungkapkan unek-unek yang mengganggu. Biar Mas Dandi mawas diri dan mau mengintrospeksi dirinya sendiri. Tapi, sepertinya akan menjadi perjalanan yang panjang. Karena Mas Dandi tidak mengakui Nola seba

