"Apakah tidak ada jalan keluar bagi Mas Dandi agar bisa terbebas dari tuduhan, Mbak?" Nola kembali bertanya. Entah dia menyadari atau tidak bahwa dia telah bereaksi berlebihan. "Tunggu dulu. Yang istrinya Dandi itu Hanum. Kenapa kamu yang cemas? Kok aneh ya, kamu itu." tanya Ibu dengan pandangan menyelidik. "Oh. Maksud saya, saya kasihan sama Mbak Hanum harus menderita karena suaminya harus dihukum karena perbuatan korupsi." Nola berkelit, sepertinya menyadari bahwa dia telah membuat Ibu memasang wajah curiga. "Tetap saja kamu aneh. Hanum, kamu dapat berita ini dari siapa? Apa sudah dapat dipastikan keberanan beritanya? Karena Ibu yakin Dandi bukan orang yang begitu. Dia mengerti dan bisa bedakan mana benar dan mana yang salah. Apalagi kalau menyangkut uang. Dia pasti mengerti kalau uan

