Kulajukan motor matic jadulku menyusuri jalanan yang penuh dengan kendaraan bermotor. Hatiku sedikit gundah setelah mendengar kabar yang disampaikan Pak Farid. Satu hal yang terpikirkan olehku saat ini adalah menjemput Haydar pulang kerumah. Itu yang paling penting. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Sesuatu yang tak dapat ku tolerir. Sesuatu yang akan merugikannya hanya dengan sebuah julukan baru untuknya. Tidak adil sekali dengan apa yang harus aku dan anak-anak jalani nantinya. Kami harus terkena imbas dari perbuatan yang dilakukan Mas Dandi. Cap sebagai anak dari seorang Koruptor. Itu yang coba kuhindari, agar Haydar tidak perlu mendapatkan julukan itu. Tiba di sekolah, segera kucari sosok Haydar di kelasnya. Seperti biasa, dia masih bermain bersama teman-temannya yang juga masih

