Suara ketukan di pintu ruanganku terdengar lagi. Membuat konsentrasiku kembali buyar. Entah untuk yang keberapa kalinya pintu ruanganku dilewati oleh orang yang berbeda. Berseliweran dan keluar masuk untuk memanggilku menuju ruangan yang lain. Pada akhirnya aku harus berpasrah diri menerima kemungkinan terburuk yang akan terjadi menimpaku. Ini buah keserakahanku. "Selamat siang, Pak Dandi. Kami perwakilan dari TIPIKOR." Tamu yang berjumlah empat orang itu memperkenalkan diri mereka dari TIPIKOR (Tindak Pidana Korupsi). Cobaan apalagi kali ini. "Ya, Pak. Silakan masuk. Silakan duduk." tanganku terasa dingin, sesekali kurasakan sedikit bergetar. "Begini, Pak Dandi. Kami mendapatkan laporan mengenai pelaporan keuangan Dana Pembangunan dan Renovasi gedung di ruang lingkup Dinas Pendidikan

