“Mbak Sum, kok belum pulang?” tanyaku pada Mbak Sum yang masih berkutat di dapur. Padahal jam telan berada di angka 18.30. “Masih belum juga dijemput, Bu. Suami saya masih kerja.” jawab Mbak Sum sejenak menghentikan aktifitasnya mencuci piring. “Oh. Ayok, kita makan malam sekalian. Rame-rame kan seru.” ajakku setelah mempersiapkan meja makan. Haydar dan Jasmine menyerbu kearahku. Bersiap makan malam. “Ga usah, Bu. Saya makan sendirian saja.” Mbak Sum menolak, dengan nada suara lirih. “Ga papa. Ayo kesini. Abang, tolong panggilkan Ayah sama Nenek ya. Biar kita bisa makan malam sama-sama.” kataku pada Haydar. “Oke, Bu.” Haydar menjawab sambil meletakkan telapak tangannya di pelipis kanannya. Hormat. Kemudian berlari ke arah kamar neneknya. Tak lama kemudian Ibu keluar dari kamar, berj

