Mikayla pun tiba-tiba teringat kenapa dirinya bisa sampai ke titik sekarang, dia teringat kejadian 1 Minggu yang lalu.
#Flashback on...
Setelah 3 bulan lebih Mikayla berada di luar negeri, dan kini kondisi nya sudah sembuh total dan dia pun berniat pulang kembali tanah air.
Mikayla pun membenahi barang-barang nya dan mempersiapkan semua nya untuk kepulangan nya besok. Setelah semua nya selesai Mikayla membuatkan teh dan menyiapkan beberapa camilan lalu duduk di balkon kamar kost nya sembari melamun.
Namanya Mikayla Anjani Putri kini dirinya sudah berusia 22 Tahun. 3 Bulan lalu dirinya datang sendiri ke Korea untuk melakukan operasi plastik. Setelah mendapatkan banyak informasi dari media sosial dan internet akhirnya Mikayla berhasil ke Korea dan melakukan operasi plastik di salah satu klinik kecantikan di Korea.
Jika kebanyakan orang melakukan operasi plastik karena memang mereka punya cukup uang, berbeda dengan Mikayla. dia nekat melakukan operasi plastik dengan menjual semua sawah peninggalan ibu nya di kampung, tidak hanya itu Mikayla bahkan mengadaikan rumah peninggalan ibu nya ke bank untuk menambahi biaya nya ke korea. bahkan itu adalah harta benda satu-satunya yang Mikayla miliki.
Tentu saja semua orang memilih dan melakukan sesuatu tentu karena ada alasan di balik nya. tak terkecuali Mikayla dia rela melakukan ini semua hanya demi membalaskan dendam nya kepada orang-orang yang telah menyakiti dirinya dan orang-orang yang dia sayang.
Almarhum Ibu nya, Almarhum Adik nya bahkan dirinya sendiri, mereka-mereka yang telah menyakiti mereka harus membayar lunas semua perbuatannya di masa lalu. itu yang jadi tekad Mikayla sekarang.
Mikayla terus berkelana di otak nya, kini dirinya hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, iya walaupun dia masih punya ayah kandung yang sudah lama meninggal kan mereka namun Mikayla juga tidak tau ayah kandung nya masih hidup atau sudah meninggal karena memang tidak pernah ada kabar.
"Setelah pulang ke tanah air, aku harus ngapain ya dan tinggal di mana." Tanya Mikayla kepada dirinya sendiri.
Memang masih ada sedikit uang di tabungan Mikayla untuk melanjutkan hidup nanti nya.
Mikayla memang berniat sepulang nya dirinya nanti dia ingin mencoba ikut audisi model atau jadi artis film dan lain sebagainya. Dia ingin mendapatkan uang secara instan untuk menebus semua harta benda peninggalan ibu nya yang dia jual dan gadaikan. Sungguh sebenarnya hati kecil Mikayla merasa sakit saat menjual dan mengadaikan semua nya, namun mau bagaimana untuk mendapatkan sesuatu dia harus mengorbankan sesuatu.
Setelah lelah berkeliling dengan pikirannya Mikayla pun memutuskan masuk ke dalam dan mandi lalu beristirahat, karena besok dia akan pulang.
Mikayla menatap wajah dan tubuhnya didepan cermin, dia tersenyum kecil dan nyaris tidak percaya melihat bentuk tubuh dan wajahnya yang kini berubah 180 derajat, dia yang dulu gemuk, kucel dan dekil wajah dan tubuh penuh dengan luka bakar sehingga membuat dirinya terlihat seram dan menakutkan bahkan tak jarang mendapat cacian dan makian dari orang sekeliling nya.
kini menjadi langsing, kulit jadi putih dan mulus, bahkan dia menambahkan beberapa operasi di bagian mata, hidung dan rahang nya.
Kini penampilan Mikayla tidak kalah cantik dari artis-artis Korea. Entah mimpi apa Mikayla bisa jadi secantik sekarang.
Setelah selesai memandangi diri di cermin Mikayla pun mandi dan beristirahat. Waktu pun terus berlalu, dan kini sudah pagi dirinya pun sarapan dan bersiap-siap ke Bandara. namun penerbangan Mikayla delay karena cuaca buruk, Sembari menunggu Mikayla pun duduk di salah satu kursi di bandara sambil memainkan ponselnya.
"Halo salam kenal, Mbak orang Indonesia juga?" Tanya seseorang kepada Mikayla.
"Ehh iya halo mbak." Jawab Mikayla gugup karena Mikayla terpesona dengan kecantikan wanita yang ada di depan nya.
"Boleh saya duduk di sebelah kamu?" Tanya wanita itu.
"Ohh silahkan mbak," jawab Mikayla.
"Kenalkan nama saya Celine." Ujar sang wanita sembari mengulurkan tangannya.
"Mikayla mbak." Jawab Mikayla membalas uluran tangan wanita itu.
"Berapa usia nya sekarang mbak?" Sambung Celine.
"22 Tahun mbak." Jawab Mikayla.
"Ohh berarti lebih tua saya ya, saya 25 Tahun, tapi kamu terlihat seperti ABG berusia 17 tahun lho."puji Celine.
"Ahh mbak bisa saja, sama mbak Celine juga terlihat masih berusia 20 Tahun." Mikayla balik memuji Celine.
"Ahh kamu bisa saja saya serius ini, ehh Habis operasi plastik juga?" Tanya Celine lagi.
"Hehehe iya mbak." Jawab Mikayla malu-malu.
"Cantik, hasil nya natural terlihat seperti tidak ada yang di rombak." Ujar Celine yang memang takjub melihat kecantikan Mikayla.
"Hehehe iya ya mbak, ehh mbak mau pulang ke Indonesia juga atau bagaimana?" Tanya Mikayla lagi.
"Iya sama saya juga baru saja melakukan operasi plastik untuk memperhalus bentuk rahang saya, dan kemaren tidak sengaja saya melihat kamu di klinik yang sama." Jawab Celine.
"Wahh pantas saja, dagu mbak Celine tirus sekali." Puji Mikayla.
"Hahaha iya ya, ohh iya kamu asli orang mana Mikayla terus kesibukan nya apa sekarang?" Tanya Celine lagi.
Mikayla pun menyebut kan nama kampung halaman nya. Lalu menjawab dirinya adalah seorang pengangguran, dulunya bekerja di sawah dan kebun ibu nya untuk melanjutkan hidup nya.
"Wahh kamu tidak sedang bercanda kan Mikayla, kamu bukan orang asli ibu kota ya?" Tanya Celine yang nyaris tidak percaya dengan penjelasan Mikayla.
"Mikayla serius mbak, Bukan mbak" jawab Mikayla sambil cengengesan.
"Jadi sehabis dari Korea kamu mau pulang lagi ke kampung halaman mu?" sambung Celine yang merasa penasaran.
"Rencananya Mikayla sih mau mengadu nasib di ibu kota mbak." Jawab Mikayla.
"Nah harus dong, Wanita secantik kamu harus tinggal di ibu kota sayang kalau berlian tinggal di kampung." dukung Celine.
"Ahh mbak bisa saja, Tapi mbak saya tidak punya sanak saudara di ibu kota. dan saya juga tidak tau bagaimana kehidupan di ibu kota." ucap Mikayla dengan tatapan sedih nya.
"Oalah, yaudah nanti untuk sementara waktu tinggal di rumah mbak saja dulu ya." tawar Celine.
"Ahh serius mbak?" tanya Mikayla nyaris tidak percaya ada orang sebaik Celine.
"Iya serius Mikayla, mbak juga tau kalo rasanya mengadu nasib ke ibu kota tanpa memiliki sanak saudara, mbak juga pernah merasakan nya lima tahun yang lalu." jelas Celine.
"Memang nya mbak kerja apa, sampai bisa se sukses ini?" tanya Mikayla yang penasaran karena melihat barang-barang branded milik Celine.
"Hahaha, nanti kamu juga akan tau Mikayla." tawa Celine.
"Ohh iya Mikayla Tapi orang tua kamu setuju kalau kamu sepulang dari Korea tinggal di ibu kota?" tanya Celine penasaran.
"Orang tua saya sudah lama meninggal mbak, dan kini saya hidup sebatang kara. Saya juga melakukan operasi plastik karena memang ingin membalas kan dendam mereka kepada orang-orang yang telah menyakiti ibu dan Adik saya." ujar Mikayla dengan tatapan sedih nya.
"Mikayla maafin mbak ya mbak tidak bermaksud." ucap Celine yang memeluk Mikayla.
"Hehehe tidak apa-apa mbak." Mikayla mencoba tertawa palsu.
"Kita sama Mikayla, mbak juga berjuang sendiri karena mbak terlahir dari keluarga broken home, dan kedua orang tua mbak tidak perduli kepada mbak. makanya mbak mengadu nasib ke ibu kota." kini Celine pun menceritakan latar belakang nya kepada Mikayla.
Entah Kenapa mereka bisa sedekat itu, padahal baru bertemu beberapa menit yang lalu tapi merasa memiliki ikatan yang kuat. kedua nya pun menceritakan latar belakang satu sama lain.
"Ohh iya Mikayla nanti rencananya mau coba kerjaan apa di ibu kota?" tanya Celine.
"Rencananya sih mau coba model atau apa mbak, pokoknya jadi publik figur lah." jawab Mikayla yang memang mendambakan itu sejak dulu.
"Ohh mbak punya kenalan, mungkin nanti dia bisa bantu kamu jadi model brand nya ya." ucap Celine.
"Wahh benarkah, makasih mbak Celine." ucap Mikayla tersenyum bahagia.
"Sama-sama Mikayla." jawab Celine.
Tak berapa lama pesawat mereka pun segera berangkat mereka pun cek in dan akhirnya berangkat kembali ke tanah air.