Simpanan Om-om

1059 Words
Seperti janji Celine Mikayla boleh tinggal bersama nya, karena memang rumah Celine cukup besar dan dia hanya tinggal sendiri di sana. Memang ada mbak yang membantu dirinya membersihkan rumah namun si mbak hanya datang pagi hari dan pulang sore hari. "Wahh rumah mbak Celine besar banget." Ujar Mikayla takjub melihat kemegahan rumah Celine. "Ahh kamu bisa saja Kayla, sudah yuk masuk." Ajak Celine saat mereka berdua turun dari taksi dan sudah di depan rumah Celine. Celine pun membuka pintu rumah dan segera menarik koper nya masuk ke dalam. Mikayla pun mengikuti langkah Celine. "Kita pesan makan saja ya, mbak yang biasanya masak di sini soalnya masih libur." Ujar Celine sembari mengeluarkan ponsel nya dari tas nya. "Iya mbak." Jawab Mikayla yang duduk di sofa ruang tamu Celine bersama Celine. "Ehh mbak Celine tinggal sendiri di rumah se megah ini?" Tanya Mikayla yang masih takjub melihat rumah megah Celine. "Hmmm, tapi sesekali pacar mbak bakal datang ke sini sih dan mungkin menginap juga." Jelas Celine. "Hah menginap mbak?" Tanya Mikayla yang masih polos dan pikiran nya langsung kemana-mana. "Iya Mikayla menginap."ulang Celine lagi. "Kalau hanya berdua di rumah, dan menginap kan bisa terjadi hal-hal yang tidak di inginkan mbak." Ucap Mikayla yang masih polos. "Hahaha memang itu lah tujuan dia datang ke sini dan menginap Mikayla." Tawa Celine saat melihat wajah polos Mikayla. "Lho mbak, apa mbak tidak takut hamil? Atau kenapa tidak menikah saja mbak?" Tambah Mikayla lagi. "Hahhaha santai kan ada alat kontrasepsi, dan menikah katamu? Lalu istri pertama nya mau di kemanain Mikayla?" Kini Celine balik bertanya. "Lah mbak pacaran dengan pria yang sudah beristri? Berarti mbak bisa di bilang pelakor dong?" Tanya Mikayla dengan raut wajah kaget nya. "Hmm bisa di bilang pelakor sih, tapi lebih tepat nya simpanan Om-om Mikayla." Lanjut Celine. "Hah, pacar mbak sudah om-om?" Mikayla kaget mendengar kan penjelasan Celine. "Iya Mikayla, bahkan mungkin seusia sama bapak saya dan anak nya mungkin seusia sama saya." Jawab Celine yang sabar menghadapi pertanyaan Mikayla. "Ta...tapi kok mbak Celine mau sih pacaran sama om-om yang sudah beristri dan sudah tua lagi. Padahal kan mbak Celine cantik banget mau pacaran sama pria mana pun boleh." Tanya Mikayla lagi. "Hahaha, ini om-om bukan sembarang om-om Mikayla, dia sugar Daddy nya mbak iya bisa di katakan sumber uang nya mbak lah. Dia adalah om-om kaya yang hanya perlu di beri layanan di ranjang maka kau akan mendapatkan semua nya." Jelas Celine. "Tapi kan mbak itu dosa." Ucap Mikayla lagi. "Hah dosa kamu bilang? Siapa lagi yang suci sekarang Mikayla? Mbak sudah tidak perduli kamu pikir mbak bisa hidup enak, punya rumah mewah begini, bisa oplas, shopping sesuka hati bahkan liburan keluar negeri siapa yang biayai? kalau kerja serabutan dengan mengandalkan pengalaman dan ijazah mbak yang hanya lulusan SMA sampai kapan pun semua nya tidak akan terwujud. Selagi kamu punya wajah cantik manfaatkan Mikayla. Jangan mau hidup terlalu jujur hingga di hancurkan oleh keras nya hidup." Sambung Celine. Mikayla terdiam, dia juga tidak tau harus bicara apa sekarang. "Ingat Mikayla jika kamu ingin balas dendam maka kamu harus berani keluar dari zona nyaman kamu." lanjut Celine. "Kamu mau tau berapa banyak yang mbak dapatkan setiap bulan nya hanya jadi simpanan Om-om?" Tanya Celine lagi kepada Mikayla. "Berapa mbak?" Mikayla balik bertanya. Celine pun menunjukkan bukti transfer an yang di berikan om Aldo, om-om peliharaan nya kepada Mikayla. Mikayla hanya ternganga melihat jumlah uang yang di dapatkan oleh Celine. "Mbak ini seriusan? Se banyak ini setiap bulan nya?" Tanya Mikayla nyaris tidak percaya. "Iya seriusan dong, kadang lebih lagi dan mbak sering di belikan barang-barang mewah Mikayla." Jelas Celine. "Ada ya kehidupan yang begini, hanya dengan jadi simpanan punya uang sebanyak itu." Batin Mikayla nyaris tidak percaya. "Tapi tidak hanya itu Mikayla mbak juga kini jadi seleb gram jadi mbak punya uang tambahan, selagi bisa manfaatkan kecantikan fisik manfaat kan saja Mikayla. karna nanti ada kalanya kita di buang namun kita sudah punya tabungan." Ucap Celine lagi. "Ohh begitu mbak." Jawab Mikayla manggut-manggut. "Apa kamu berniat mencoba nya Mikayla?" Tawar Celine. "Ehh tidak mbak, Mikayla mau coba jadi model saja dulu." Tolak Mikayla. "Hmmmm sayang sekali padahal kamu punya wajah yang cantik tubuh yang bagus, dan kalau kamu mau om Aldo punya banyak teman bisnis sih yang mbak yakin akan terpesona melihat kecantikan kamu." Ujar Celine lagi. "Hehehe tidak dulu deh mbak." Jawab Mikayla cengengesan. "Iya itu sih hak kamu, mbak tidak bisa memaksa kan nya." Ujar Celine. "Ohh itu tukang antar makanan nya sudah sampai, mbak ke depan dulu ambil makanan nya ya. Itu kamar kamu ada di sana, kalau mau mandi mandi saja dulu baru nanti kita makan malam bersama." kata Celine sambil menunjuk kamar tamu. "Terimakasih mbak." Ujar Mikayla yang akhirnya bangkit dari duduk nya dan segera menuju kamar nya. Mikayla pun mandi dan membersihkan diri, tak lupa dia mengemasi barang-barang nya. Setelah beberapa jam kemudian Celine mengetuk pintu kamar Mikayla. "Kayla sudah kelar mandi nya? Kita makan malam dulu yuk." Ajak Celine. "Iya mbak sebentar." Sahut Mikayla yang keluar dari kamar nya dan segera menemui Celine ke meja makan. "Mbak, Mikayla mau tanya dong." kata Mikayla. "Mau tanya apa Kayla?" Tanya Celine yang mulai menyendok nasi ke piring nya. "Ini kan Kayla tinggal di sini beberapa waktu, soal sewa dan kehidupan Kayla selama di sini bagaimana ya mbak?" Tanya Mikayla yang memang takut nanti tidak bisa membayar nya. "Hahaha, Kayla Kayla, entah kenapa ya sejak pertama lihat kamu mbak sudah tertarik sama kamu. Dan dari dulu mbak mendambakan adik Perempuan, jadi sekarang semenjak kehadiran kamu mbak rasa mbak punya adik perempuan. Kalau kamu mau tinggal di sini selama apapun, gratis Kayla. Mbak malah senang ada kamu di rumah ini jadi mbak punya teman." jawab Celine. "Mbak serius?" Tanya Mikayla dengan mata berbinar. "Serius dong, bahkan kalau kamu butuh uang kamu ngomong saja sama mbak ya." Sambung Celine. "Ahh benarkah mbak? Terimakasih mbak." Mata Mikayla berbinar dia tidak menyangka masih ada orang sebaik Celine. "Cuman iya itu, kamu mungkin agak kurang nyaman nanti karna om Aldo akan sering main ke rumah ini." Jelas Celine. "Ahh kalau masalah itu tidak jadi masalah mbak, toh kan ini rumah mbak dan yang beli om Aldo." Kata Mikayla yang memang tidak mempermasalahkan hal itu. "Yasudah makan yuk, mbak sudah lapar nih." Ajak Celine. "Ayok mbak." Jawab Mikayla. Mereka berdua pun akhirnya makan malam bersama dengan senyum bahagia di wajah kedua nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD