Pertemuan pertama

1835 Words
Ke esokan hari nya Celine pun membawa Mikayla untuk ikut test model. Awalnya semua yang ada di sana respek kepada Mikayla karena memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang indah. Namun sebagai model tidak hanya itu yang di butuhkan karena Mikayla saat di coba di foto sangat kaku, bahkan tidak bisa berfose. Bagaimana tidak dia tidak pernah berfose di depan kamera seumur hidup nya. Setelah kameramen lelah mengarah kan Mikayla akhirnya mereka memutuskan untuk menghentikan nya. "Celine nanti saja ya kita kabarin lagi hasil nya." Ujar teman Celine yang juga salah satu dari kru itu. "Ohh okay deh." Jawab Celine yang sudah bisa menebak kalau Mikayla tidak akan lulus. Karena Mikayla yang tidak punya bakat dan pengalaman di tambah lagi dia hanya lulusan SD. Akhirnya Celine dan Mikayla pun pulang, di perjalanan mereka mampir di salah satu supermarket untuk berbelanja dan makan siang. "Mbak pasti Kayla ga akan di terima ya?" Tanya kayla dengan wajah cemas nya. "Sudah lah Kayla, kalau tidak di terima kamu bisa mencoba hal lain. Tenang saja dengan wajah dan tubuh yang cantik maka kehidupan akan lebih mudah." Ujar Celine menenangkan Mikayla. Mikayla hanya terdiam, dia merasa hidup nya benar-benar tidak berguna. Begitu lah hari demi hari berlalu Celine dengan sabar mengantarkan Mikayla mencari pekerjaan namun semua nya menolak. Sudah seminggu Mikayla tinggal di rumah Celine. Jujur Mikayla iri dengan kehidupan Celine yang begitu mewah tanpa harus bekerja. "Kayla, hari ini om Aldo mau ke sini ya." Ucap Celine saat Mikayla sedang membantu mbak memasak. "Ohh iya ya mbak, jadi Mikayla harus apa mbak? Apa Mikayla di kamar saja?" Tanya kayla lagi. "Tidak perlu, duduk saja di sini nanti, mbak hanya memberi tahu manatau nanti kamu bingung kan." Sambung Celine. "Ohh begitu, baiklah mbak." Jawab Mikayla yang melanjutkan aktivitas nya bersama mbak. Beberapa menit kemudian masakan mereka pun sudah jadi, mereka bertiga pun makan siang bersama. Lalu setelah nya Celine dan Kayla duduk santai menonton televisi dan mengobrol. Suara mobil pun memasuki pekarangan rumah, dan Celine tau benar siapa yang datang. "Sayang." Celine menyambut om Aldo di depan pintu lalu memeluk nya dan cipika cipiki. "Ini mas bawakan oleh-oleh buat kalian." Ujar Aldo sembari memberikan paper bag kepada Celine. "Mbak...tolong wadahin ke piring ya." Pinta Celine kepada mbak. "Baik bu." Jawab mbak lagi. "Ohh ini Mikayla yang kamu bilang itu sayang?" Tanya om Aldo menatap Mikayla. "Selamat siang om," Mikayla berdiri dari duduk nya lalu menyalim om Aldo. "Siang Mikayla, kamu cantik." Jawab Aldo lagi. "Ohh berani ya muji cewek lain di depan aku." Ujar Celine. "Kan jujur sayang ku." Om Aldo mengusap rambut Celine. "Hmmm iya deh iya, kamu juga makin cantik aja kian hari luv." Puji om Aldo kepada wanita simpanan nya itu. "Wahh jelas dong, kalau transfer an lancar mah bakal makin cantik sayang." Kata Celine. "Dasar, transfer an Mulu deh." Aldo merangkul bahu Celine. Mereka pun duduk di sofa sembari menikmati cake yang di bawa oleh Aldo dan minuman dingin yang di sediakan oleh si mbak. Mereka mulai mengobrol banyak tapi Mikayla hanya jadi pendengar sesekali cengengesan. Mikayla melihat begitu besar cinta om Aldo kepada Celine, bahkan Celine sepertinya di jadikan ratu oleh nya. Setelah mengobrol banyak om Aldo pun mengajak Celine ke kamar dengan alasan dia gerah dan ingin mandi. Tentu saja Celine tau apa maksud om Aldo. Lalu mereka pun pamit kepada Mikayla dan segera naik ke lantai atas. Sementara Mikayla mulai menyibukkan diri dengan ponsel nya, tak terasa sore hari pun berlalu dan si mbak pamit pulang. Namun Celine dan om Aldo tak kunjung keluar dari kamar. Mikayla pun memutuskan untuk ke kamar nya juga dan mandi. Setelah selesai mandi dirinya keluar kamar namun sepertinya om Aldo dan Celine masih di kamar juga. Daripada merasa bosan Mikayla pun memasak makan malam untuk mereka. Memang tadi Mikayla bilang ke mbak untuk makan malam malam ini biar dia yang memasak karena takut dingin soalnya mbak ada arisan jadi harus balik cepat. Mikayla mulai bergelut dengan semua peralatan dapur, setelah beberapa jam akhirnya semua masakan nya selesai. Mikayla melepas Efron nya dan kembali ke kamar nya untuk mandi lagi karena dia merasa berkeringat dan bau asap. Setelah selesai mandi lagi dan berpartisipasi Mikayla keluar kamar dan menyiapkan makan malam mereka di meja makan. Celine dan om Aldo pun keluar kamar dan mulai menuruni anak tangga. Celine sudah mandi dan keramas begitu juga om Aldo sudah memakai baju tidur. "Lho Kay, kamu yang masak?" Tanya Celine saat melihat mikayla menghidangkan semua nya di meja makan. "Hehehe iya mbak." Jawab Mikayla cengengesan. "Kelihatan nya enak tuh." Celine meneguk air liur nya. "Di coba saja dulu mbak." Ujar Mikayla yang duduk di hadapan mereka. "Padahal rencananya tadi mbak mau pesan makan dari luar saja key, soalnya tadi si mbak permisi balik cepat. Ternyata kamu sudah masak toh." Jelas Celine. "Hehehe iya mbak." Mikayla hanya cengengesan. Mereka pun mulai menyendokkan makanan ke piring masing-masing dan saat suapan pertama kedua nya merasa masakan Mikayla enak. "Wahh enak banget Kayla, ternyata kamu jago juga masak ya." Puji Celine. "Ahh mbak bisa saja." Mikayla tersipu malu dengan pujian Celine. "Enggak ini seriusan enak iya kan sayang." Celine meminta pendapat pacar nya. "Iya sayang enak kok, benar kata Celine Mikayla masakan kamu enak." Aldo juga memuji masakan Mikayla. "Terimakasih mbak, om." Ujar Mikayla. Mereka pun lanjut makan malam, sesekali Mikayla harus melihat keromantisan di depan nya. Setelah selesai makan Mikayla pun membersihkan meja makan. "Kayla, Piring nya tak perlu di cuci, biar mbak saja yang mencuci nya besok ya." Titah Celine kepada Kayla. "Baik mbak." Jawab Mikayla menurut. "Ohh iya sayang, besok rekan bisnis mas mengadakan pesta, kamu mau ikut tidak?" Tanya Aldo kepada Celine. "Hah pesta apa mas? Kok aku bisa ikut?" Tanya Celine yang memang tidak pernah di ajak kalau pesta begitu, soalnya kan Aldo punya istri sah. "Itu hanya pesta biasa Antara kami, dan sepertinya tidak ada yang bawa istrinya hanya bawa pacar-pacar mereka." Jelas om Aldo. "Wahh benarkah, mau dong mas." Jawab Celine bersemangat. "Okay sayang, bawa aja Kayla sekalian tidak apa-apa, manatau dia ketemu jodohnya dia sana." Ujar Aldo. "Benar juga kata kamu mas." Jawab Celine lagi. Setelah mengobrol banyak mereka pun kembali ke kamar masing-masing, karena malam ini Aldo menginap di sini jadi Celine cepat masuk kamar. Mikayla pun masuk kamar juga dan memilih menonton drama Korea di kamar nya. . . . Jam pun terus berlalu dan kini sudah pagi, Mikayla yang bangun dari tidurnya segera membersihkan diri di kamar mandi. Dia mencium aroma makanan dari dapur artinya mbak sudah di sini dan sudah memasak membuat cacing-cacing di perut Mikayla berdendang ria. Setelah selesai. Cuci muka dan gosok gigi Mikayla pun keluar kamar berniat mau bantu mbak ternya semua nya sudah siap di meja makan. Tak lama kemudian Celine dan om Aldo juga keluar kamar dengan om Aldo sudah rapi menggunakan jas nya. "Selamat pagi mbak, om." Sapa Mikayla. "Pagi Kayla." Jawab mereka bersamaan. Mereka pun sarapan bersama lalu setelah selesai sarapan om Aldo pamit berangkat ke kantor. Setelah nya Celine pun mengajak Mikayla ke salon. "Lho mau ngapain ke salon mbak?" Tanya Mikayla lagi. "Iya mau memanjakan diri lah Kayla, oh iya nanti malam om Aldo ngajak kita ke pesta kamu ikut ya." Ajak Celine. "Iya mbak." Mikayla tidak mungkin menolak permintaan Celine. Mereka berdua pun segera pergi ke salon langganan Celine, setelah memanjakan diri akhirnya mereka pun pulang ke rumah. Celine pun memilihkan dress yang cocok untuk Mikayla. Namun sepertinya karena memang sekarang Mikayla memiliki tubuh dan wajah yang cantik jadi baju apapun pantas untuk dirinya. Celine saja sampai pangling melihat kecantikan Mikayla, dia begitu bersinar padahal Mikayla hanya memakai make up tipis dan natural. Setelah selesai berganti pakaian dan merapikan rambut dan dandan yang dari salon tadi beberapa menit kemudian om Aldo pun datang untuk menjemput kedua nya. Om Aldo saja sampai terpesona melihat kecantikan Mikayla, bahkan dia tidak berkedip melihat kecantikan wanita itu. "Sayang, mata nya ga usah sampai melotot begitu kali." Tegur Celine saat menyadari om Aldo yang terpesona melihat kecantikan Mikayla. "Ahh kenapa sayang?" Tanya om Alo yang langsung gugup saat di tegur oleh Celine. "Nga ngo nga ngo, dasar mata keranjang lihat yang bening dikit aja sampai ngiler." Ledek Celine. "Maaf sayang, mas kurang fokus tadi." Om Aldo langsung merangkul bahu pacar nya itu. "Ahh sudah lah yuk kita berangkat, nanti telat lagi." Ajak Celine lagi. "Iya sayang ku yang cantik, kamu cantik banget malam ini." Puji om Aldo. "Hmmm makasih." Jawab Celine ketus. Sementara Mikayla menjadi tidak nyaman karena Celine ketus kepada om Aldo. Akhirnya mereka pun berangkat dan Mikayla duduk di belakang. Sebenarnya dia kurang nyaman dengan dress yang di berikan oleh Celine karena begitu pendek dan terbuka. Namun karena kebaikan Celine Mikayla merasa tidak enak kan untuk menolak nya akhirnya dia tetap memakai nya. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di salah satu villa milik om-om tajir di sana. Terlihat Celine menikmati pesta nya dan mudah bergaul dengan semua nya. Sementara Mikayla terkesan membuntuti Celine karena memang tidak nyaman dengan kondisi di sana. Para om-om kaya di sana begitu terpesona melihat Mikayla bahkan sejak pertama kali Mikayla datang. Mereka melihat daun segar yang baru saja berkembang. mereka pun mencoba mendekati Celine untuk menanyakan siapa Mikayla. Namun Celine menjelaskan Mikayla adik nya dan jangan di ganggu. Pesta pun mulai, dan seseorang yang paling di tunggu-tunggu di pesta itu pun datang dia adalah Burhan Bambang Santoso, salah satu anggota dewan dan juga salah satu anggota club bapak-bapak kaya raya ini. Namun di antara semua Sultan itu hanya om Burhan yang tidak membawa pacar nya karena memang dia sudah lama tidak memiliki wanita simpanan terakhir tiga tahun yang lalu. Hubungan nya berakhir pun karena wanita simpanan nya meninggal karena kecelakaan. Mungkin om Burhan masih belum bisa melupakan wanita simpanan nya itu, makanya sampai hari ini dia tidak berniat mencari pengganti nya dan lebih memilih setia kepada istri sah nya. Bahkan beberapa dari teman-teman nya mencoba mengenalkan beberapa wanita cantik kepada nya namun semua nya di tolak oleh om Burhan. Namun sepertinya malam ini akan mengubah hidup nya. Dia jatuh cinta dan tertarik kepada Mikayla pada pandangan pertama. Entah kenapa wanita itu begitu bersinar malam ini. Namun om Burhan mencoba santai dan bersikap biasa saja dan menikmati pesta. Sementara Mikayla yang melihat kemewahan dan kecantikan wanita-wanita muda yang ada di pesta itu entah kenapa hati nya menjadi iri. Dia ingin seperti mereka, namun sepertinya Mikayla belum menyadari kecantikan nya sekarang dan merasa inseciure. Beberapa jam pun berlalu pesta pun selesai, Celine Mikayla dan Aldo pun pamit pulang. Namun sepertinya pandangan om Burhan belum bisa lepas kepada Mikayla. Bahkan wajah Mikayla terus terbayang di wajahnya sampai dia pulang ke rumah. Karena tidak tahan dengan gejolak di hatinya akhirnya om Burhan pun menelepon Aldo untuk menanyakan soal Mikayla. Setelah Aldo menjelaskan siapa Mikayla burhan pun meminta tolong kepada Aldo untuk menitipkan salam kepada Mikayla melalui Celine pacar Aldo. Karena hubungan Aldo dan Burhan begitu baik akhirnya Aldo pun mau. Setelah panggilan mereka berakhir Aldo pun menelepon Celine untuk menjelaskan apa yang terjadi akhirnya Celine pun setuju dan menjelaskan nya pada Mikayla. #flash back off....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD