Delapan Belas """"""""""""""""""

1938 Words

Neli bingung sekali dengan sikap suaminya. Jam baru menunjukkan pukul 2:47 dan ia sudah dipaksa mandi. Neli lebih tercengang melihat sajadah terhampar. Gelas s**u yang beruap. Dan gaun menerawangnya yang tergelatak di luar lemari. Neli ragu. Ia membawa gaun itu dan mengetuk pintu kamar mandi. "Farhan..." "Ya?" "Pakaian yang kamu siapkan, apa warnanya hitam?" "Seingatku begitu." "Di mana kamu meletakkannya?" "Satu-satunya pakaianmu yang di keluarkan dari lemari." Neli menggeleng tidak yakin. Ia memakai gamis hitam pemberian Farhan dan menyiapkan kemeja hitam lengan panjang Farhan dengan setelan kerja biasa. Neli pikir mereka akan pergi jauh. Neli sedang bersiap saat Farhan keluar kamar mandi. "Mana bajuku?" Neli ke ruang ganti dan memberikannya. Farhan berkernyit, "Kenapa pakaia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD