Bab 2

637 Words
Aku kaget dan terbengong - bengong melihat suamiku yang berlari meninggalkanku begitu saja. Hampir saja kepalaku mengenai lantai. Suamiku mengejar ibunya masuk ke kamar. Ntah apa yang mereka lakukan di sana. Aku tidak tahu, mau ikutan nyusul nanti dikira aku menantu yang lancang. Setelah agak lama aku menunggu akhirnya suamiku keluar juga dan mengajakku pulang. Aku tanya kenapa ibunya tapi tidak dia jawab. "Besok - besok kamu jangan ikut ke rumah ibu lagi ya, biar aku saja yang ke sana." ucap suami ku melarang untuk ke rumah ibunya. Karena kepikiran hal itu. Maka aku hanya mengangguk. Mungkin ibunya masih belum bisa berbagi kasih anaknya denganku. Itu yang ada dalam pikiranku. Sebulan sudah aku menjalani hidup berumah tangga. Tapi aku merasakan ada yang berubah dari suamiku soal kehangatan dalam hubungan suami istri. Dia dingin dan malah jarang menjamah ku. Setiap hari sepulang dari kerja suamiku pasti pergi meninggalkanku dan pergi ke rumah ibunya. Dan kemudian pulang jam sebelas malam. Dan gaji yang diketahui belasan juta itu hanya diberikan padaku dua juta saja. Sisanya aku tidak tahu kemana. Aku masih berfikir positif mungkin karena kami masih berdua jadi uangnya dia simpan saja. Malam ini ada rasa penasaran apa benar suamiku pergi ke rumah ibunya. Maka aku pergi menyusulnya sekalian mengajak pulang karena hari sudah larut. Saat aku sampai di rumah ibunya aku tenang karena aku lihat ada motor suamiku dihalaman depan rumah. Segera aku turun hendak mengetuk pintu rumah. Tapi aku sedikit terkejut saat aku melihat dari jendela karena lampu terang dari dalam rumah. Ibu mertuaku tidur dipangkuan suamiku. Dan suamiku membelai - belai rambut ibunya. Aku netral kan perasaanku. Berbaik sangka saja. Namanya juga anak dan ibu. Mungkin ibunya ingin bermanja-manja - manja dengan suamiku anak kandungnya. Pelan aku mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Tapi tidak di jawab, dan aku ulangi lagi untuk yang kedua kalinya. Tetap tidak ada jawaban. Aku heran masa sih gak dengar. Padahal kan jarak pintu dengan tempat mereka duduk tidak begitu jauh. Apa mungkin ketukan pintu ku terlalu pelan? Maka aku ulangi lagi mengetuk pintu dengan sedikit di keras kan. Tapi tetap saja diam tidak ada jawaban. Dan pada akhirnya di ketukan dan salam yang kesekian kalinya baru suamiku keluar. "Ada apa Von?" Tanya nya tanpa merasa bersalah. "Ayo kita pulang bang, ini sudah larut sudah hampir jam dua belas malam. Aku takut sendiri." Jawabku beralasan. "Oh, tunggu aku kasih tahu ibu." Jawab suamiku yang kemudian menutup pintu dan membiarkan aku tinggal diluar sendirian. Aku kaget dengan tingkah anehnya ini. Tapi lagi - lagi aku berfikir. Mungkin karena ibunya melarang ku datang makanya pintu dia tutup tanpa menyuruhku masuk. Dari luar rumah ini kembali aku melihat dari jendela. Mertuaku seperti marah, aku bisa melihat wajahnya cemberut dan menarik - narik tangan suamiku. Aku tidak mengerti dan tidak tahu apa yang terjadi didalam sana. Aku seperti menonton drama saja diluar sini. Kemudian aku lihat suamiku berjalan keluar. "Ayo kita pulang." Ajak suamiku dingin. Dan aku mengikutinya. Setelah keluar dari pekarangan rumah mertuaku. Aku melihat ibu berdiri didepan pintu rumahnya dengan wajah cemberut. "Ada apa sih bang, kok ibu begitu tadi?" tanyaku penasaran ketika sampai di rumah. "Tidak ada apa - apa, sudah tidur saja. Aku capek." jawab suamiku. Keesokan harinya telepon genggam ku berbunyi. Aku lihat nama bude tertera di sana. "Ada apa nih bude menelpon ku?" pikirku. "Assalamu'alaikum bude" ucapku menjawab telepon. "Wa'alaikum salam ndhuk, kamu lagi ngapain?" tanya bude. "Baru selesai bersih - bersih rumah bude, ada apa nih bude?" tanya ku penasaran. "Hmmm gini nak, tadi malam kamu ke rumah ibu mertuamu ya?" tanya bude. "Iya bude, kok bude tahu?" aku balik bertanya karena heran bude tahu darimana. "Mertuamu cerita sama bude tadi, katanya kamu datang jemput suamimu. Padahal hari belum larut malam." cerita bude ku. "Jadi ibu mertua cerita sama bude begitu?" sambung besok ya.. kisah nyata dengan sedikit bumbu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD