“Tuan…” Dua pelayan itu sedikit membungkukkan tubuh mereka begitu mengetahui yang masuk adalah Asher. Di rumah ini, sebuah orang sangat menghormati Asher dan takut pada pria itu. Bahkan membungkukkan badan saja, mereka dalam posisi yang sempurna. Berbeda dengan para pelayan itu, Yoana membuang pandang dari wajah Asher. Gadis itu meremas jemarinya refleks karena perasaan takut yang menyergap. Setiap kali bertemu dengan Asher, selalu itu yang dia rasakan. Takut dan takut. Bukan tanpa sebab, Asher memiliki niat jahat yang sudah diketahuinya semalam. Yaitu memilikinya. Asher melirik Yoana. Mata birunya itu menyusur sosok Yoana dari atas ke bawah. Pagi ini Yoana tampak semakin merekah. Cantik dan memikat dengan sapuan make up minimalis. Mini dress berwarna merah muda yang membalut tubuh gadi

