
Begitulah sebenarnya yang aku inginkan. Tapi kadang pula aku berfikir, apakah itu kesombongan? Seberapa besar kesombongan itu? lantaran aku tidak ingin dianggap miskin dan tentu aku bukanlah orang yang kaya.
Pada akhirnya, aku dianggap apapun, bukanlah hal yang penting. Aku ingat sebuah kalimat "Dihina tidak akan jadi sampah dan dipuji tidak juga jadi emas". Artinya dihina ataupun dipuji oleh orang lain, itu tidak dapat merubah apapun kecuali hina-an maupun pujian itu sendiri. Rasanya tidak tepat, dan memang tidak tepat tapi itu cukup untuk tidak peduli pada perkata-an orang lain.
"Berarti kamu tidak peduli pada perkata-an mereka? ", fikirku.
" Ya! ", jawabku.
" Bagaimana jika itu perkataan yang benar dan baik?", tanya fikirku.
"Emmm, kalau itu baik. Maka tentu akan aku dengar.", jawabku.
" Tapi bukan itu yang aku maksud, karna yang tidak akan aku pedulikan adalah perkataan hina-an dan pujian. Intinya aku biasa-biasa saja pada kedua hal itu. ", sambungku.
Seperti itulah percakapanku dengan fikiranku. Namun itu hanya terjadi didalam fikiranku saja dan tidak pernah terucap dilisanku. Itupun ketika aku menyendiri kadang juga terlintas saat di keramaian. Tapi tetap sebatas pemikiran saja, bisa dibilang gila kalau sampai berbicara sendiri.
yuk temukan pemikiran penulis didalamnya!.

