"Kamu enggak apa-apa, Al?" Feli menatap iba menemukan sahabatnya duduk di bangku kayu, mengaduk-aduk milkshake dengan wajah kusut, anak rambut mencuat ke mana-mana. Gadis yang selalu konsisten memotong rambut sebahu langsung melesat ke kafe usai menerima kabar mencengangkan. Riri dan Ana menyusul dengan heboh. Mereka baru saja tiba satu menit setelah Feli. Cepat-cepat mengambil posisi masing-masing. "Rasanya aku nggak bisa hidup lagi." Aliza menautkan jari untuk menopang dagu. "Kak Reyhan pasti membenci aku setengah mati." Feli mendelik. Iya, dia sudah baca pesan yang dikirim sahabatnya kalau status barunya terbongkar. Yang mengherankan reaksi berlebihan Aliza seakan dunia berakhir. "Kamu gagal move on?" tebak Ana mencondongkan wajah, menyipitkan mata, sedangkan tangannya mengusap

