Hati yang Patah

1110 Words

Tangan Aliza sibuk memasukkan buku-buku yang kemarin dirapikan ke kardus, memisahkan sesuai instruksi dari Gibran yang mengatakan bukunya memenuhi rak. Tentu membuat Aliza paham kalau rasa lelahnya kemarin sia-sia. "Inget, paling atas saja yang ditinggal. Terus di laci biarkan saja. Pokoknya semua buku lama harus masuk kardus biar ada slot buat menaruh buku-buku baru." Gibran terus mengoceh, memerintah sang istri seperti babu. "Hem." Boleh tidak Aliza berpikir akan menyantet suaminya biar mengurangi populasi manusia menyebalkan di dunia. Dengan tidak ikhlas, terus-menerus menggerutu dalam hati, ia memindahkan buku-buku ke kardus. "Udah dulu teleponnya, gimana mau kelar coba." Aliza dongkol, menutup kardus dengan kasar. Gibran tertawa, padahal tidak ada bagian kalimat istrinya yang lu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD