Tangan Aliza sibuk memasukkan buku-buku yang kemarin dirapikan ke kardus, memisahkan sesuai instruksi dari Gibran yang mengatakan bukunya memenuhi rak. Tentu membuat Aliza paham kalau rasa lelahnya kemarin sia-sia. "Inget, paling atas saja yang ditinggal. Terus di laci biarkan saja. Pokoknya semua buku lama harus masuk kardus biar ada slot buat menaruh buku-buku baru." Gibran terus mengoceh, memerintah sang istri seperti babu. "Hem." Boleh tidak Aliza berpikir akan menyantet suaminya biar mengurangi populasi manusia menyebalkan di dunia. Dengan tidak ikhlas, terus-menerus menggerutu dalam hati, ia memindahkan buku-buku ke kardus. "Udah dulu teleponnya, gimana mau kelar coba." Aliza dongkol, menutup kardus dengan kasar. Gibran tertawa, padahal tidak ada bagian kalimat istrinya yang lu

