RB 18 "Arti kehilangan yang sempurna... Aku sendiri, sepi dan tak berarti... Aku ingin menepi untuk menjemput sejumput asa Aku ingin berhenti sejenak sembuhkan luka... Karena aku harus berani, Menata hati kembali, Menambal lukanya dengan doa dan harap Suatu hari...aku mengerti," (puisi karya Athalea untuk Norman) * Setelah membacakan doa dan sebuah puisi untuk sang suami, Atha meletakkan bunga mawar putih itu di pusaranya sang suami. Nyaris tangisnya tak bersuara. Hanya berupa aliran anak sungai yang menuruni pipi mulus itu. "Honey.... Maaf, aku belum bisa lupakanmu. Tadinya aku ingin menyusulmu, tapi...aku takut seseorang marah padaku dan mendakwaku sebagai...." Atha menghentikan kata-katanya seolah ada bongkahan batu di dadanya. Meraup udara dan memenuhi dadanya agar se

