Bekerja di Perusahaan Niko

1190 Words
Lia tidak tau harus menjawab apa. Tetapi penawaran yang ditawarkan oleh ayah sahabatnya begitu menggiurkan, apalagi adiknya membutuhkan biaya yang banyak, apalagi sekarang ibunya sudah tidak bekerja lagi. Tetapi dia takut jika sahabatnya mengetahuinya. Seakan Niko bisa membaca pikiran gadis polos itu, "Lia, kamu jangan takut pada Nayra, asalkan kita bermain rapi Nayra pasti tidak akan mengetahuinya," Niko berusaha meyakinkan gadis polos yang sudah mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu di club malam itu. Niko mengecup bibir ranum yang dari beberapa hari ini dia rindukan. "Jangan panggil om ya, panggil Niko" pinta Niko kembali menarik tengkuk leher Lia lalu menautkan bibirnya dengan penuh hasrat. Lia yang minim pengalaman dibuat hampir kehabisan nafas dibuat oleh Niko. Niko terlalu bersemangat. Mengetahui Lia hampir kehabisan nafas Niko melepaskan tautan bibir mereka. "Kamu sudah makan baby," bisik Niko ditelinga Lia. "Belum Pak Niko" jawab Lia dengan polosnya. "Tapi nanti aku makannya di cafe tempat aku kerja," imbuhnya lagi. Niko memang sudah mendengar banyak tentang Lia dari putrinya. Niko mengeluarkan sesuatu dari dompetnya. "Mulai sekarang kamu keluar dari pekerjaanmu di cafe, nanti semua kebutuhanmu aku yang tanggung, cukup kamu temani aku saja kapanpun aku perlu,"ucap Niko menyerahkan sebuah blackcard kepada Lia. "Apa maksudnya ini ?" tanya polos. "Kamu bisa gunakan kartu ini untuk semua kebutuhanmu dan biaya sekolahmu. Kamu harus belajar dengan tekun agar cepat menjadi sarjana," ucap Niko menarik gadis polos itu duduk di pangkuannya Kalimat Niko seketika membuat mata Lia berkaca-kaca, selama ini dia harus berjuang untuk biaya kuliahnya sendiri, ayahnya tidak mau lagi mengurusi mereka sedangkan penghasilan ibunya juga tidak terlalu tinggi cukup untuk bayar kontrakan dan makan dan mengurus adiknya yang masih duduk di bangku SMP. Penghasilan Lia di cafe cukup membantu ekonomi mereka. "Maaf, aku gak bisa keluar dari pekerjaanku di cafe," tolak Lia. Niko mengerutkan keningnya tanpa mengalihkan tatapannya pada wajah polos, "Bisa aku tau alasannya?" "klo aku tidak bekerja tapi punya uang bukannya itu aneh? Apalagi aku sudah biasa bekerja jadi gak enak aja diem di rumah." Niko menyunggingkan senyuman, dia bangga melihat anak seumuran Lia sudah berjuang keras untuk hidup disaat anak yang lain lebih memilih bermalas-malasan dan bersenang-senang dengan anak seumuran mereka. Niko memikirkan sesuatu di otaknya. "Gimana, kalau kamu bekerja di kantor aku jadi sekretaris aku aja." "Gak mau,Aku kan gak punya skill jadi sekretaris," tolak Lia yang merasa posisi itu tidak cocok. "Lalu kamu maunya di bagian apa?" "Jadi Helper aja." Niko membulatkan matanya Disaat orang berlomba-lomba menjadi sekretarisnya justru Lia menolaknya dan memilih pekerjaan sebagai pesuruh, tentu saja Niko tidak akan menyetujuinya. " aku gak setuju baby," tolak Niko tanpa berpikir panjang lagi. "Klo gitu kamu bantu-bantu Bram saja," ucap Niko kemudian. Niko sudah berfikir dengan keputusannya, kalau Lia dibawah Bram itu artinya dia bisa mengawasi langsung kekasih kecilnya itu. Apalagi tidak akan ada yang curiga dengan hubungan mereka. Lia yang tidak mengerti maksud sesungguhnya hanya menganggukkan kepalanya menerima pekerjaan itu. Selain itu dia bisa belajar langsung tanpa ada rasa canggung. "Berarti Deal ya, nanti Bram yang urus semuanya," ucap Niko lalu mengangkat tubuh Lia. Refleks Lia mengalungkan kedua tangannya di leher Niko. Lia sendiri bingung dengan keputusannya ini benar atau tidak, namun dia merasa nyaman berada didekat ayah sahabatnya. Niko membawa Lia ke kamar pribadinya yang berada di apartemen itu dan merebahkan tubuh Lia di atas ranjangnya yang besar "Baby, bolehkah aku melakukannya lagi," pintanya dengan lembut dan juga sopan. Dia ingin gadis polos itu nyaman terlebih dahulu. "Kalau kamu belum siap aku gak paksa kok. aku hanya mau kita melakukannya lagi setelah kamu siap sepenuhnya. Tapi biarkan aku memelukmu sampai Bram kirimin kita makan malam," Niko langsung melingkarkan tangannya di perut rata Lia. Niko melingkarkan tangannya. Niko bertanya kepada Lia seputar kehidupan pribadinya termasuk perceraian orang tuanya. Tujuan Niko bertanya untuk mensingkronkan informasi yang dia dapat dengan bertanya langsung kepada Lia. Lia memeluk tubuh laki-laki dewasa itu. Dia begitu nyaman,apalagi ayah sahabatnya itu memperlakukan Lia dengan lembut. Tanpa terasa malam semakin larut, Bram datang keapartemen majikannya membawa makanan untuk majikanya dan Lia. Bram ingin menata makanan di meja makan namun dilarang oleh Lia dan Lia melakukannya sendiri. Lia begitu lincah melakukan pekerjaan seperti itu. Niko merasa diurus oleh seorang istri ada rasa bahagia yang tidak bisa Niko ucapkan, dia merasa heran kenapa gadis muda ini bisa membuatnya bahagia meskipun hanya menyiapkan makanan di meja makan. Setelah makan malam Lia meminta ijin pulang, dia ingin mengantikan ibunya di rumah sakit menunggui adiknya. Mesti tidak rela Niko terpaksa melepas kekasih kecilnya. "Baby, biar Bram yang antar kamu kerumah sakit, tidak baik anak gadis malam sendirian di jalan," titah Niko yang dituruti oleh Lia. "Terimakasih ." "Bram, pastikan Lia selamat sampai di rumah sakit," titah Niko dengan penuh penekanan. "Iya Tuan.." Niko mengecup bibir Lia dengan lembut sebelum Lia yang pergi meninggalkan apartemen Niko diikuti oleh Bram. Keesokan harinya Niko menemani putrinya sarapan di meja makan karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan. Nayra sudah bersiap-siap dengan pakaian sekolahnya. "Tumben banget ayah ada waktu sarapan dengan aku," sindir Nayra kepada sang ayah yang jarang sekali memiliki waktu menemani dirinya. "Sayang, kamu tau kan pekerjaan ayah sangat sibuk," kilah Niko sambil menikmati sarapannya. "Alasan aja. Tapi ayah selalu ada waktu nemenin pacar ayah yang gak jelas dengan antrean panjang," desis Nayra. Nayra mengetahui sepak terjang ayahnya di luaran sana yang terkenal dengan sebutan casanova. "ayah, kemarin memutuskan gimana kalau sahabatmu Lia bekerja di kantor ayah bantu-bantu Bram kan lumayan untuk biaya sehari-hari," ucap Niko yang langsung pada topik pembicaraan yang ingin dia katakan kepada putrinya. Nayra menghentikan kegiatannya yang sedang mengolesi selai kesukaannya pada roti lalu meletakkannya di piring. "ayah, aku cinta kamu. Pokoknya ayahku yang paling baik di dunia," Nayra berhamburan memeluk ayahnya, dia sangat bahagia dengan keputusan ayahnya memberikan pekerjaan kepada sahabatnya, padahal Nayra belum menyampaikan niatnya itu. "ayah, padahal aku ingin membicarakan itu dengan ayah. agar memberikan pekerjaan Lia kerja di perusahaan ayah. Aku kasian klo dia kerja di cafe gajinya gak banyak dan pekerjaan Lia juga berat." "Sayang, bekerja itu semuanya berat tidak ada yang gampang, "tegur sang ayah dengan lembut. "Setidaknya di perusahaan ayah Lia bisa belajar sekaligus bekerja dan gajinya juga gede cukuplah untuk dia bayar sekolah dan menyambung hidup, sementara ibunya Lia tidak bekerja fokus mengurus Deon yang lagi sakit," ujar Nayra. "Kapan ayah Lia mulai bekerja?" "Biar Bram yang urus semua, Lia kan di bawah pengawasan Bram," sahutnya santai agar tidak ketahuan jika dirinya ada maksud tertentu dibalik keputusannya. Setelah selesai sarapan Nayra langsung mengabarkan berita bahagia ini kepada sahabatnya dan juga ibu sahabatnya. Tentunya Nuri ibu Lia sangat bahagia putrinya diterima kerja di perusahaan raksasa yang sangat terkenal akan kesejahteraan pegawainya. "Lia, kamu tidak boleh malas bekerja. Kamu harus mengikuti semua perintah atasanmu," nasehat ibunya. "Baik Bu." Setelah selesai dengan mata pelajarannya, Lia langsung menuju keperusahaan ayah sahabatnya. Lia sudah mengundurkan diri bekerja di cafe, karena ditempat itu Lia bukan pegawai tetap hanya pegawai part time. Niko memberikan kebijakan khusus untuk Lia bekerja sambil kuliah. Niko melangkah kakinya masuk ke lobby. Bram ternyata sudah menunggu kedatangannya. Tentu saja perlakuan khusus untuk Lia menjadi pusat perhatian karyawan lain, pasalnya ini pertama kalian asisten elit itu sampai menunggu langsung seseorang pegawai baru, terlebih pegawai baru itu sangatlah muda.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD